Sebuah akun Facebook mengklaim foto wanita berjilbab sebagai sosok asli Cut Nyak Dien sehingga membuat netter heboh.
- Tim WowKeren
- Selasa, 23 Desember 2014 - 14:30 WIB
WowKeren - Siapa masyarakat Indonesia yang tak mengenal rupa Cut Nyak Dien? Meski sudah dikenal luas melalui fotonya yang tersebar di mata uang dan buku sejarah, namun kini muncul klaim itu bukanlah yang sebenarnya.
Polemik tersebut menjadi sorotan dunia maya yang menuding foto Cut Nyak Dien yang resmi bukanlah sesungguhnya melainkan konspirasi penjajah. Sosoknya yang asli menggunakan jilbab atau hijab, bukan konde. Akun Facebook "Seuramoe Mekkah" mengunggah foto resmi Cut Nyak Dien dan disandingkan dengan potret perempuan berjilbab yang diklaimnya sebagai aslinya istri Teuku Umar tersebut.
"..foto seorang muslimah yang menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya, sanggup mereka rubah menjadi gambar wanita yang terbuka auratnya, walaupun itu seorang wanita pahlawan nasional sekalipun," tulis akun tersebut. Alhasil postingan itu menghebohkan netter Indonesia.
Namun berdasar penelusuran yang didapat ternyata foto wanita berjilbab itu bukanlah Cut Nyak Dien. Dalam profil di website Koninklijk Instituut voor Taal Land-en Volkenkunde (KTILV) Universitas Leiden Belanda, sosok itu adalah istri Panglima Polim dari Sigli tertanggal 1903. Panglima Polim sendiri juga salah satu pahlawan tersohor dari Aceh.
KTILV sudah dikenal sebagai lembaga penelitian yang memiliki jutaan koleksi foto, peta dan bukti sejarah Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Dalam salah satu arsipnya juga terdapat foto asli Cut Nyak Dien tertanggal 1905. Tampak pejuang wanita asal Aceh itu yang telah renta dan tidak mengenakan jilbab.
Keterangan foto: istri Panglima Polim (kiri), Cut Nyak Dien tua (kanan)
Foto mengagumkan tersebut diambil oleh komandan marsose atau pasukan khusus Belanda, Letnan van Vuren. Foto itu jugalah yang menginspirasi adegan dalam film "Tjoe Nja' Dhien" karya Eross Djarot yang memenangkan Piala Citra. Pada 1905 itu Cut Nyak Dien telah berusia senja, matanya rabun dan terserang encok lalu meninggal karena usia tua pada 6 November 1908.
(wk/)