Masih Berduka, Keluarga Korban AirAsia QZ8501 Belum Urus Asuransi
Nasional

Keluarga korban AirAsia QZ8501 masih berfokus pada proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan Basarnas, TNI, dan kepolisian.

WowKeren - Proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 telah memasuki hari ke-23. Namun, pusat layanan informasi sektor jasa keuangan musibah AirAsia QZ8501 yang didirikan oleh Otoritas Jasa Keuangan masih relatif sepi. Sejak dibuka pada Kamis, 8 Januari lalu, belum banyak keluarga korban yang menghubungi melalui saluran telepon ataupun datang ke kantor OJK.

Direktur Pengawasan Bank Kantor Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan, Bambang Widjanarko, mengatakan bahwa tak semua keluarga korban memandang klaim asuransi sebagai prioritas utama. Keluarga korban masih berfokus pada proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan Basarnas, TNI, dan kepolisian.

"Sebagian besar mereka belum sempat mempersiapkan dokumen-dokumen kelengkapan klaim asuransi. Masih berduka," kata Bambang. "Tidak semua melihat pencairan uang asuransi itu perlu segera dilakukan karena masih dalam suasana berkabung."


Dari 53 jenazah korban AirAsia QZ8501 yang ditemukan, baru 45 penumpang yang berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Meski begitu, tak semua keluarga dari ke-45 penumpang tersebut yang langsung mengurus pencairan asuransi. "Dari yang sudah teridentifikasi memang ada beberapa keluarga yang mengurus," terangnya.

Sementara itu, posko layanan OJK disediakan untuk memberikan informasi bagi keluarga yang menanyakan hak-hak penumpang selain asuransi. "Kami ingin berempati dengan membantu keluarga agar menerima hak-hak dari sektor keuangan dan perbankan di luar asuransi," ujarnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!