Sekretaris Umum Persipura Jayapura meminta PT Liga untuk segera membuat jadwal dan mengikuti aturan FIFA serta PSSI.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 21 Februari 2015 - 10:42 WIB
WowKeren - Masalah rasanya tak pernah meninggalkan persepakbolaan Indonesia. Yang terbaru, terjadi kisruh antara Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dengan klub-klub peserta Indonesia Super League (ISL) 2015.
Kisruh bermula ketika BOPI yang didukung oleh Menpora Imam Nachrawi memutuskan ISL 2015 akan ditunda. Sejatinya, ISL 2015 bergulir mulai Jumat (20/2). BOPI beralasan penundaan dilakukan karena syarat administrasi yang belum terpenuhi dari klub-klub dan PT Liga selaku operator kompetisi.
Keputusan tersebut tentu saja menuai protes dari klub-klub ISL. Mereka meminta PT Liga untuk menjalankan kompetisi musim ini, tidak mempedulikan BOPI dan Menpora tetapi mengikuti aturan FIFA serta PSSI.
"Kita akan menyesuaikan dengan waktunya. Kita mohon PT Liga segera merilis kembali jadwal baru, sesuai dengan agenda timnas maupun jadwal kami (Persipura) dan Persib yang bermain di AFC Cup," tuntut Sekretaris Umum Persipura Jayapura Rocky Bebena. "Dan juga kegiatan-kegiatan lain baik itu FIFA atau kompetisi-kompetisi AFF yang ada di tahun 2015."
Lebih lanjut, Rocky beralasan jika ISL tidak segera digulirkan, Indonesia dan PSSI malah akan menerima sanksi. Menurutnya, jika PT Liga seharusnya mengikuti aturan FIFA dan PSSI yang merupakan badan resmi sepak bola dunia dan Indonesia.
"Saya pikir FIFA kan federasi resmi yang di bawahnya berdiri PSSI, tidak mungkin lah kita dengarkan yang lain. Kalau kita dengarkan yang lain, surat FIFA itu sudah jelas," lanjut Rocky. "Justru kita akan disanksi, sekarang masyarakat pilih mana. Kita disanksi federasinya oleh FIFA, atau kita menjalankan apa yang ada di aturan. BOPI punya niat yang baik, tapi tidak dalam posisi mencari solusi."
(wk/)