Eden diyakini mengalami gangguan diafragma sehingga ia tak bisa berhenti cegukan sejak November 2014.
- Tim WowKeren
- Selasa, 03 Maret 2015 - 13:20 WIB
WowKeren - Malangnya nasib bocah berusia 9 tahun bernama Eden ini. Pasalnya, ia tak berhenti cegukan sejak November 2014. Ibu Eden yakni Trudi Veremu berusaha keras untuk mengumpulkan 6 ribu Poundsterling atau sekitar Rp 120 juta untuk perawatan medis demi menghentikan cegukan putrinya itu.
Bocah yang berasal dari Brixton, London Selatan tersebut diyakini kuat mengalami serangan cegukan super. Hanya ada 50 orang di dunia yang menderita gangguan diafragma yang dikenal dengan Mycolonus Diaphramatic Flutter atau "Belly Dancer Sindrom" itu.
Kalimat yang diucapkan oleh penderita dengan keluhan cegukan super akan bergetar dan menyebabkan suara tak stabil setiap kali berbicara. Meskipun demikian, Eden belum secara resmi didiagnosis dengan gangguan kesehatan tersebut. Pihak keluarga yang sangat khawatir berencana membawanya ke dokter spesialis di Amerika Serikat untuk diagnosis lanjutan dan pengobatan.
"Kami 99 persen yakin dia menderita kelainan itu. Hanya belum dikonfirmasikan saja," kata Trudi. "Eden harus segera disembuhkan, sebelum penyakit itu membahayakan jiwanya. Aku khawatir padanya. Ketika cegukannya parah, ia kesakitan dan tidak mampu berbicara sama sekali."
Rencananya, Eden akan berangkat ke Amerika Serikat pada Maret mendatang. Ia akan menjalani perawatan di Rumah Sakit Anak Colorado.
(wk/)