Pemilik sebuah rumah di Seattle's Ballard mengalami masalah yang sama dengan kakek di film 'Up'.
- Tim WowKeren
- Jumat, 13 Maret 2015 - 09:42 WIB
WowKeren - Sudahkah Anda menonton kisah romantis sepasang kakek-nenek di film "Up"? Tak hanya ada di film, kejadian yang sama juga dialami Edith Macefield dengan rumahnya.
Seorang nenek telah hidup di rumah tuanya selama 60 tahun. Ia menolak menjualnya meski ditawari uang USD 1 juta (sekitar Rp 13 miliar). Ia meminta developer yang ingin membeli rumahnya untuk membangun bangunan di sekitar saja.
Di dalam rumah penuh kenangan itu, nenek Edith menyimpan semua kenangannya termasuk koleksi keramik kucing, anjing dan sapi. Uang bukanlah hal penting bangunya. Dia tetap tak ingin pindah.
Karena ketegarannya menolak rumahnya dibeli, nenek Edith pun semakin terkenal. Ia pun menerima banyak simpati dari para pekerja konstruksi yang melewati rumahnya setiap hari.
Namun pada Juni 2008, nenek Edith telah meninggal di usia 86 karena penyakit kanker yang dideritanya. Ironisnya, ia mewariskan rumah kesayangannya pada salah seorang pekerja yang sering mengasuhnya, Barry Martin.
Yang menyedihkan, rumah itu akan segera dihancurkan setelah akhirnya dibeli oleh developer. Barry memutuskan untuk menjualnya pada perusahaan Reach Return yang berencana untuk membangun proyek baru di lahan itu. Menurutnya, nenek Edith hanya ingin tinggal dan meninggal di rumahnya saja.
"Sebagian orang masih percaya bahwa dia mempertahankan rumah karena ingin melawan para pekerja, tetapi itu salah," terang Barry. "Yang ia inginkah hanya tinggal dan meninggal di rumahnya, dan itu adalah permintaan yang mudah."
Kondisi rumah itu pun kini telah bobrok. Kendati demikian, rumah itu dan nenek Edith telah menjadi sejarah yang dikenang banyak orang.
(wk/)