Para ahli antariksa dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) temukan debu-debu mengitari sebuah planet.
- Tim WowKeren
- Selasa, 17 Maret 2015 - 20:26 WIB
WowKeren - Selama ini makhluk di Bumi meyakini bahwa hanya ada delapan Galaksi Bima Sakti. Tetapi bagaiamana jadinya jika kini ternyata ada planet lain di tata surya ini?
Baru-baru ini, para ahli antariksa dari MIT (Massachusetts Institute of Technology), berhasil menemukan sebuah planet kerdil yang mirip Saturnus. Planet yang diberi nama Chiron itu memiliki cincin yang mengitarinya.
Kebetulan, Chiron berada diantara planet Saturnus dan Uranus. Nama Chiron sendiri berarti makhluk setengah kuda dan setengah manusia (sentaurus) karena terlihat seperti planet gabungan asteroid dan komet.
Seperti komet lainnya, Chiron dikelilingi debu luar angkasa. Namun karena bentuknya planet, debu-debu itu akhirnya berputar mengelilingi sehingga terlihat seperti cincin.
"Kami tidak menyangka bila Chiron adalah sebuah planet "sentaurus" bercincin yang jarang ditemukan di antara deretan planet luar, mulai dari Jupiter hingga Pluto," kata salah satu ahli MIT.
Sebenarnya, Chiron sudah ditemukan sejak 1977 dan menjadi planet "sentaurus" pertama. Kendati demikian, baru belakangan Chiron terlihat memiliki cincin seperti Saturnus. Berangkat dari penemuan inilah para ilmuwan akhirnya meyakini bahwa ada setidaknya 44 ribu planet sejenis yang ada di sistem tata surya.
(wk/)