Intip curhatan Donny soal perannya sebagai Tigor di remake film lawas karya Asrul Sani itu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 07 April 2015 - 15:38 WIB
WowKeren - Donny Alamsyah terlibat dalam film remake "Bulan di Atas Kuburan". Rupanya, memerankan karakter Tigor bukan hal yang mudah.
Aktor "The Raid 2: Berandal" itu harus mempelajari dialek khas Batak. "Belajar (dialek) lebih ke temen aja. Kebetulan ada yang ngawasin waktu syuting. Biar nggak ada kesalahan," kata Donny di Press Screening di Auditorium Institute Francis Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (6/4).
Donny juga mengungkap tantangan lainnya sebagai preman bernama Tigor. Rupanya, porsi penampilan Tigor diperbanyak ketimbang film aslinya.
"Versi sekarang dialognya berbeda, karakter berbeda," sahut Donny. "Di versi lama kemunculan Tigor cuma sedikit, di sini banyak."
Aktor yang membintangi "Di Balik 98" itu mengaku kalau ia juga riset dengan ngobrol langsung bersama beberapa preman. "Ngobrol-ngobrol aja. Pas syuting ada orang-orang Batak datang. Mereka tanya 'Udah datang ke Samosir?' Mereka kayaknya kangen. Meski kangen, mereka milih nanti dulu pulang. Pas ke Samosir juga ada yang tanya Jakarta kayak apa," ujar Donny.
"Bulan di Atas Kuburan" arahan sutradara Edo Sitanggang ini merupakan remake film lawas karya Asrul Sani. Dalam film tersebut, Atiqah Hasiholan memerankan karakter Mona. Sedangkan Rio menghidupkan karakter Sahat. Dikisahkan, dua pemuda Batak yakni Tigor (Donny Alamsyah) dan Sahat, merantau ke Jakarta. Mereka tergiur dengan kesuksesan yang dipamerkan sang sahabat, Sabar (Tio Pakusadewo). Namun ternyata Sabar tak sesukses yang dikira oleh Tigor dan Sahat. Meski begitu, Tigor dan Sahat tetap berambisi menaklukkan ibukota.
(wk/)