Sebuah sekolah di Korea Selatan meminta murid kelas satu SD untuk menandatangani sumpah tak akan bunuh diri.
- Tim WowKeren
- Rabu, 20 Mei 2015 - 16:20 WIB
WowKeren - Frekuensi kasus bunuh diri di Korea Selatan berada dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan. Untuk itu, sebuah sekolah dasar meminta muridnya yang baru kelas satu untuk melakukan sumpah anti bunuh diri. Namun hal ini justru mendapat kecaman dari wali murid.
Pada 16 Mei lalu, wali murid dari sekolah tersebut mengajukan tuntutan atas kejadian yang dialami anaknya. Meski ia menyadari bahwa maksud dari sumpah itu baik, kata-kata yang digunakan dalam sumpah itu dirasa tidak cocok untuk sang anak yang masih terlalu kecil.
Berikut kata-kata dalam sumpah:
"Aku menghargai cinta dan menghormati diri serta hidupku, dengan demikian, aku berjanji untuk melakukan hal berikut:
Sementara itu, wali murid menilai kata-kata seperti "menghargai hidup" tidak cocok untuk murid. Ia berharap departemen pendidikan untuk menangani masalah ini.
"Untuk apa anak kelas satu SD harus menandatangani sumpah seperti ini? Apakah sekolah dan guru yang bertanggung jawab tahu apa yang mereka lakukan dengan berpikir bahwa siswa SD akan benar-benar memahami kata-kata menakutkan yang ditulis dalam sumpah? Ekspresi yang digunakan untuk menggambarkan 'nilai kehidupan' tidak ditulis dalam format yang sesuai untuk siswa, sebaliknya, telah disusun hanya untuk mendidik kesadaran dan mengurangi tingkat bunuh diri. Saya berharap departemen pendidikan serta sekolah sangat menyadari dan merenungkan apa konten yang sesuai bagi siswa untuk mempelajari pentingnya kehidupan."
Setelah wali murid mengunggah foto sumpah itu ke media sosial, netter mulai berkomentar. Netter setuju dengan niat baik sekolah meski juga menganggap sumpah ini tak sesuai untuk anak SD.
"Aku merasa sumpah ini seperti sesuatu yang Anda akan temukan di rumah sakit jiwa," komentar netter. "Ini terlalu serius untuk anak-anak kecil."
(wk/)