Darwati menuturkan usaha kerasnya agar bisa kuliah di Semarang sambil tetap bekerja sebagai PRT di Purwodadi.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 23 Mei 2015 - 08:28 WIB
WowKeren - Menjadi pembantu rumah tangga (PRT) tak harus menghalangi untuk bersekolah tinggi dan berprestasi. Itulah yang dilakukan Darwati yang sehari-hari menjadi PRT di sebuah keluarga dokter gigi di kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Darwati diwisuda pada Kamis (21/5) lalu dengan menyandang gelar sarjana administrasi niaga. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang yang ditempuhnya sejak 2011 lalu. Tak tanggung-tanggung, Darwati lulusan terbaik (cumlaude) dengan IPK 3,68.
Lalu bagaimana Darwati menyesuaikan kuliahnya dengan pekerjaan PRT? Bagaimana pula membiayai perkuliahan dengan gaji PRT yang tak seberapa?
Darwati sudah jadi PRT sejak 2010 namun sejak lulus SMA sudah berniat ingin masuk perguruan tinggi. "Memang sejak lulus sekolah menengah atas (SMA) saya ingin kuliah, namun terhambat biaya. Makanya, saya memilih bekerja dulu," tutur gadis kelahiran 1992 itu.
Gadis asal Desa Gunungan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, itu lalu minta ijzn majikannya untuk kuliah dan diijinkan. Ia kuliah selama tiga hari yaitu Senin, Selasa, dan Rabu lalu sisa hari digunakan bekerja di rumah majikannya di Purwodadi. Upahnya sebagai PRT semula hanya Rp 300 ribu per bulan namun terus naik selama 4,5 tahun bekerja.
"Bayar kuliahnya per semester Rp 2,5 juta. Upah saya kalau dikumpulkan ya, sudah cukup untuk bayar kuliah," jelas Darwati. "Kalau merasa butuh banget, baru minta bantuan orangtua di kampung. Kadang pas mau kuliah ke Semarang dikasih uang saku sama majikan."
Darwarti juga mengakui cukup kesulitan menyeimbangkan kuliah dengan pekerjaannya. "Kadang, apa yang disampaikan dosen ya lewat kuping saja. Tidak masuk, karena saya tidak fokus, karena capek juga," imbuhnya.
Kini Darwati sudah mengantongi gelar sarjana yang bagaikan mimpi baginya. Maklum saja, hinaan atas pekerjaannya juga dirasakannya namun tak membuatnya mundur. "Saya masih belum bisa menyangka, saya ternyata bisa berhasil," pungkasnya.
(wk/)