Peti jenazah yang digunakan untuk Angeline juga tak muat sehingga pihak rumah sakit terpaksa membuat peti baru dari papan triplek.
- Tim WowKeren
- Rabu, 17 Juni 2015 - 09:19 WIB
WowKeren - Suasana haru menyelimuti kepulangan jenazah Angeline pada Selasa (16/6) dari rumah sakit Sanglah Denpasar ke Banyuwangi. Kendati demikian, ada sedikit kendala yang membuat proses pemulangan menjadi molor.
Rupanya, peti jenazah yang akan digunakan untuk si kecil Angeline tak muat dengan panjang tubuh jasadnya. Akhirnya, pihak rumah sakit terpaksa harus membuat peti baru seadanya dari papan triplek. Masker muka, plastik pembungkus dan spon juga tak disiapkan oleh rumah sakit bertaraf internasional ini.
"Waduh, apa sebelumnya tidak diukur dulu saat buat peti. Ini persiapan yang tidak beres," celetuk Nuryadi, sopir mobil jenazah dari Ikawangi. "Rumah sakit apa ini, kok lambat banget," kritik seorang warga.
Selain itu, ada pula hal mistis yang terjadi sebelum pemulangan jenazah Angeline. Inilah yang dialami oleh Nuryadi, sopir mobil jenazah yang akan membawa jasad Angeline ke Banyuwangi.
Nuryadi mengungkapkan bahwa begitu dirinya ditunjuk untuk menjadi sopir pengantaran jenazah Angeline, tercium bau harum dari dalam mobil jenazah. Bahkan, ia sudah memimpikan seorang anak kecil perempuan bermain dalam mobil jenazah yang diduga adalah Angeline.
"Malam saat jasad Angeline ditemukan, saya mimpi ada anak kecil perempuan mainan di mobil jenazah," terangnya. "Dari 3 hari lalu, mobil jenazah milik Ikawangi baunya harum. Bahkan saat saya panasin mesin mobil, bau harum menyengat. Termasuk hingga pagi tadi sebelum berangkat ke rumah sakit Sanglah."
(wk/)