Dilarang, Bisnis Restoran Daging Anjing dan Kucing Malah Membaik
Nasional

Restoran yang menjual daging anjing tetap didatangi banyak peminat meski Festival Yulin di Tiongkok telah dilarang pemerintah setempat.

WowKeren - Festival Yulin di mana daging anjing dan kucing jadi santapan mungkin telah dilarang penyelenggaraannya di Tiongkok. Namun laporan terbaru menyebutkan bahwa bisnis restoran daging hewan-hewan malang itu masih berjalan, bahkan lebih baik.

MailOnline mendapatkan banyak gambar yang menunjukkan banyak kucing dan anjing hidup masih tersiksa di dalam kandang-kandang kawat. Mereka akan dipukuli sebelum direbus dan dijadikan santapan.

Salah satu restoran, Crispy Dog Meat yang menjual daging segar, menawarkan dagangan mereka seharga 2 Poundsterling (Rp 42 ribuan) setiap setengah kilogram daging.


"Ada tiga sampai empat restoran daging anjing besar di Yulin seperti yang disebut Yulin No 1. Crispy Dog Meat dan masing-masing restoran ini dapat menampung 200 sampai 300 pelanggan," terang Sekretaris Jenderal Vshine, Asosiasi Perlindungan Hewan Kecil. "Aku datang ke Yulin tahun lalu untuk kampanye melawan festival ini, aku merasa tahun ini bisnis itu semakin baik. Aku baru saja keluar dari pasar makanan lokal dan ada antrian di luar restoran daging anjing."

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, beberapa hewan curian ini bisa saja telah mati dalam perjalanan menuju ke Tiongkok. Banyak pula diantara mereka yang mengalami cedera serius karena sama sekali tak bisa bergerak di dalam kandang. Mereka yang masih bertahan hidup harus menerima pukulan keras di kepala hingga tewas.

Meski makan daging anjing tidak dilarang di Tiongkok, tidak ada jaminan bahwa daging yang dijual layak dikonsumsi manusia. Pasalnya, jagal anjing dan kucing itu tak pernah mendapat sertifikat dari dinas kesehatan setempat.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!