Waduh, Video Musik Taylor Swift 'Wildest Dreams' Dituduh Rasis
Musik

Video musik yang mengambil tempat di Afrika ini sedang terlibat kontroversi karena dituduh rasis.

WowKeren - Taylor Swift baru saja merilis video musik untuk single terbarunya, "Wildest Dreams". Video yang dirilis pada ajang penghargaan MTV Video Music Awards 2015 ini telah sukses diterima oleh publik dengan meraih 17 juta viewers hanya dalam waktu 3 hari.

Namun sayangnya, kini kekasih Calvin Harris itu sedang terlibat dalam kontroversi. Pasalnya, video musik "Wildest Dreams" yang mengambil tempat di Afrika Selatan dituduh sebagai sebuah bentuk rasis.

Tuduhan itu ditujukan untuk konsep kolonialisme kulit putih yang ada di video tersebut. Meskipun mengambil tempat di Afrika, dalam video itu tak ada satupun orang kulit hitam yang seharusnya menjadi ras setempat.

"Taylor Swift bergaya seperti wanita era kolonial di tanah Afrika," kritik situs NPR. "Dengan hanya beberapa pengecualian, para pemain dalam video - aktor yang berperan sebagai pacarnya dan sutradara film dan krunya - semuanya orang kulit putih."


"Dia mengemas negara kita sebagai latar belakang untuk lagu-lagu romantis miliknya tanpa ada orang Afrika asli atau alur cerita," lanjutnya. "Dan dia mengambil waktu di video itu saat orang-orang dibunuh dan mengakibatkan trauma jutaan orang Afrika."

Meski begitu, Joseph Kahn selaku sutradara video musik itu membantah adanya maksud rasis dalam karyanya tersebut. Dalam sebuah pernyataan, ia sempat mengatakan jika fokusnya pada orang kulit putih adalah karena akurasi dari sejarah dan penghormatan untuk film, seperti "The African Queen" dan "Out of Africa".

"Tak ada agenda dan maksud politik dalam video itu," jelas sutradara yang juga menggarap "Bad Blood" itu. "Tujuan kami hanya untuk menceritakan kisah cinta yang tragis dalam kemasan ikonografi klasik Hollywood."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait