Intip alasan tas Birkin tersebut bernilai mahal dan juga dikategorikan sebagai 'Limited Edition'.
- Tim WowKeren
- Jumat, 04 September 2015 - 14:01 WIB
WowKeren - Kasus tas Hermes Rp 950 juta milik sosialita Margaret Vivi cukup membuat publik geleng-geleng kepala. Pastinya netter juga dibuat penasaran soal tas Sac Birkin 30 Crocodile Niloticus Himalayan.
Memang jika dilihat sekilas, tas Hermes berbahan kulit buaya ini tersebut terkesan simple. Namun ternyata proses pembuatannya tidak mudah. Tak heran jika tas jenis tersebut dijual mahal dan disebut-sebut paling langka serta dicari-cari oleh pecinta Hermes.
"Pewarnaan tas ini penuh ketelitian dan memakan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya," kata pemilik website 1stdibs, Jane Finds, yang pernah menjual tas tersebut saat diwawancara Style. "Semakin terang warna dari tas itu, akan semakin sulit prosesnya."
Jane menjual tas Hermes Birkin Himalayan Crocodile dengan diameter 30 cm senilai harga USD 432 ribu atau sekitar Rp 6 miliar, Oktober 2014. Nominal tersebut diklaim sebagai transaksi termahal yang pernah ada untuk penjualan tas Hermes Birkin.
Tas tersebut punya keistimewaan yakni berbahan kulit buaya jenis Niloticus dari Afrika dilengkapi gembok kecil yang dilapisi emas putih 18 karat dan taburan 40 berlian. Tas itu juga dihiasi 200 berlian yang beratnya total mencapai 8,2 karat.
Bukan hanya soal proses pembuatannya atau bahannya, tas ini juga memiliki nilai sejarah yang unik. Konon Chairman Jean-Louis Dumas membuatnya khusus untuk aktris sekaligus penyanyi Jane Birkin. Rupanya Dumas terilhami ketika Jane duduk di sebelahnya di pesawat sekitar 1984.
(wk/)