Pihak berwenang masih menyelidiki terbakarnya masjid di California yang diduga ada sabotase hingga kemungkinan aksi teror.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 12 Desember 2015 - 10:45 WIB
WowKeren - Jumat (11/12) waktu setempat kemarin, sebuah masjid di wilayah Coachella Valley, California, Amerika Serikat terbakar. Sebelum terbakar, seorang Imam Masjid, Reymundo Nour mengatakan dirinya sempat mendengar ledakan di dekat lokasi.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun polisi menduga ada unsur kesengajaan. Pasalnya, baru-baru ini tengah heboh isu terkait anti-Islam maupun Islamophobia.
Seorang pengawas Riverside County, John Benoit menjelaskan, pihak berwajib akan menindak tegas setiap aksi terorisme. Siapapun pelaku pembakaran tempat ibadah itu juga akan diadili sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Saya ingin masyarakat tahu bahwa kami akan mengambil tindakan penegakan hukum yang serius," kata John Benoit seperti dilansir dari Dessert Sun. "Kami tidak mentolerir tindakan terorisme apapun dalam masyarakat kami. Siapapun yang bertanggung jawab akan dibawa ke pengadilan."
Kejadian ini bukanlah pertama kalinya diduga sebagai aksi anti-Islam. Sebelumnya di Philadelphia, ditemukan kepala babi yang terpenggal diletakkan di depan sebuah masjid. Juga perusakan kuil Sikh di Orange County oleh seseorang yang mengira bangunan tersebut adalah masjid.
(wk/)