Buat Kesepakatan dengan Jepang Soal Budak Seks, Warga Korsel Protes
Dunia

Sebelumnya, Jepang dan Korea Selatan telah membuat kesepakatan mengenai konflik perbudakan seks pada PD II.

WowKeren - Kesepakatan yang dilakukan oleh Jepang dan Korea Selatan mengenai budak seks beberapa waktu lalu rupanya tak disepakati oleh semua orang. Buktinya saja, beberapa wanita penghibur asal Korea Selatan ini melakukan protes bersama sejumlah pendukungnya.

Kedua wanita itu mewakili orang-orang yang dipaksa menjadi pekerja rumah bordil pada masa perang Jepang, mengkritik pemerintah karena menyetujui kesepakatan tersebut. Dalam kesepakatan itu, dikatakan jika pemerintah Jepang akan memberikan dana sekitar Rp 112 miliar pada lembaga pengumpulan dana untuk membantu para mantan budak seks itu.

"Pemerintah tak bisa dipercaya," ungkap Lee Yong Su, salah satu mantan budak seks. Yong Su pun mengatakan jika mereka tidak pernah diajak berbicara mengenai masalah ini oleh pejabat setempat. "Kami akan terus berjuang sampai akhir," sambungnya.


Dia dan para pengunjuk rasa lainnya, termasuk mahasiswa, legislator oposisi dan aktivis sipil menuntut adanya permintaan maaf yang tulus dari Jepang dan kompensasi formal untuk masing-masing korban. "Kami tidak melakukan kesalahan. Jepang yang membawa kami untuk menjadi wanita penghibur dan masih mencoba untuk mengelak kejahatannya," lanjut Lee Yong Su.

Para pengunjuk rasa ini berkumpul di ruas jalan depan kedutaan besar Jepang di Seoul sambil membawa patung perunggu berbentuk seorang gadis remaja yang bertelanjang kaki. Patung ini menjadi lambang bagi perempuan yang dipaksa bekerja di rumah bordil Jepang.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!