Jika sianida masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar bisa sebabkan kematian.
- Tim WowKeren
- Senin, 11 Januari 2016 - 20:37 WIB
WowKeren - Kematian Mirna (27) karena meminum kopi yang mengandung zat sianida menyita perhatian publik. Apalagi sebenarnya kandungan sianida sebenarnya umum di negara ini karena juga terdapat dalam singkong. Namun makan singkong rebus tidak membuat keracunan, kok bisa?
Dilansir dari detik.com, singkong secara alami menghasilkan sianida dalam bentuk senyawa glikosida sianogenik yang dinamakan linimarin. Senyawa tersebut relatif tidak beracun, tapi karena proses enzimatik yang terjadi di dalam tubuh manusia bisa mengurainya menjadi salah satu bentuk racun sianida yang paling mematikan, yaitu hidrogen sianida.
Meski begitu tidak semua jenis singkong memiliki kadar zat sianida yang tinggi. Apalagi jenis singkong yang biasa dikonsumsi umumnya menghasilkan sianida yang sangat kecil, dan kadarnya terus berkurang jika diolah dengan benar.
"Jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil maka sianida akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan dari tubuh," jelas Prof Dr dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), DTM&H, MARS, DTCE. Namun bisa mematikan jika masuk ke tubuh dalam jumlah besar.
Jika sianida masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang besar maka akan berdampak fatal berupa kematian. Sebab sianida menghambat oksigen dan menyebabkan otak dan jantung akan gagal berfungsi karena kekurangan asupan oksigen.
"Keracunan sianida berakibat buruk pada sistem kardiovaskuler, termasuk peningkatan resistensi vaskuler dan tekanan darah di dalam otak, sistem pernapasan dan sistem susunan saraf pusat," imbuh Prof Tjandra yang kini bekerja untuk World Health Organization (WHO) itu. "Sistem endokrin biasanya terganggu pada keracunan kronik sianida."
Soal membedakan singkong yang beracun adalah hal mudah bagi warga Gunungkidul, Yogyakarta. Dengan menjadikan singkong sebagai makanan pokok dan bahan dasar makanan olahan, mereka sudah bisa mengetahui kandungan sianida tinggi dari penampilan luar singkongnya.
"Singkong yang beracun biasanya tangkai daunnya sangat merah. Kulit ubinya, kalau dikupas juga bukan putih melainkan merah," terang Kusrini, warga Gunungkidul yang menanam berbagai jenis singkong di pekarangannya. "Singkong seperti itu, daunnya juga 'mendemi' (bikin keracunan) kalau tidak dimasak dengan benar."
(wk/)