Sejumlah orang yang diduga gabung Gafatar dilaporkan meninggalkan pesan sebelum menghilang.
- Tim WowKeren
- Selasa, 12 Januari 2016 - 13:50 WIB
WowKeren - Sejak kabar menghilangnya dr Rica Tri Handayani menyebar ke telinga publik, sejumlah laporan orang hilang mulai menghiasi berbagai media. Selain Rica, beberapa waktu lalu dilaporkan seorang siswa SMA di Yogyakarta yaitu Kevin dan Erri Indra Kausar, mahasiswa di Surabaya juga hilang diduga lantaran bergabung dengan Gafatar.
Erri sebelumnya dikabarkan merupakan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Belakangan baru diketahui Erri bukanlah mahasiswa ITS melainkan PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya).
Tak hanya ketiganya, baru-baru ini kembali dilaporkan terdapat sejumlah korban hilang lain. Mereka adalah Silvi Nur Vitriani, mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Budi Kusdianto, warga Bantul.
Silvi dilaporkan hilang sejak Desember 2015 lalu. Sebelum menghilang, ia sempat mengirimkan surat kepada keluarganya di Banjarnegara yang mengatakan bahwa dirinya pergi demi menegakkan dien.
Sementara itu, Budi Kusdianto telah dikabarkan hilang sejak 22 Oktober 2015. Meski belum jelas, polisi menduga Budi bergabung dengan Gafatar karena ia sempat menulis pesan dan berpamitan akan pergi merantau ke luar kota.
"Sejak menulis pesan, Budi tidak kelihatan. Istri maupun keluarganya tidak tahu keberadaan, karena handphone sudah tidak aktif," tutur Kapolsek Kasihan, Bantul, Kompol Suwandi. "Kita sudah perintahkan kepada anggota untuk mendatangi rumah keluarga Budi. Apalagi saat ini, banyak dikabarkan orang hilang bergabung dengan ormas Gafatar."
Di sisi lain, Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara yang mendeklarasikan diri pada 2012 silam telah dilarang oleh pemerintah. Polisi pun menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan melaporkan ke pihak berwajib apabila ada anggota keluarga yang hilang.
(wk/)