Mantan anggota NII membeberkan pendekatan manis dan doktrin Gafatar hingga bisa memikat kaum muda.
- Tim WowKeren
- Selasa, 12 Januari 2016 - 15:12 WIB
WowKeren - Gafatar atau Gerakan Fajar Nusantara tengah jadi topik pembicaraan hangat di masyarakat Indonesia. Meskipun sudah dilarang oleh pemerintah, organisasi ini ternyata eksis hingga sekarang bahkan diduga jadi penyebab hilangnya beberapa orang.
Diketahui mulai dari hilangnya dr Rica Tri Handayani yang akhirnya ditemukan lalu menyusul sejumlah orang lainnya. Bagaimana cara Gafatar "mengiming-imingi" orang agar mau jadi pengikutnya dan membuatnya mau melakukan apa saja?
Menurut Ken Setiawan yang mantan anggota NII (Negara Islam Indonesia), Gafatar adalah anak kandung dari NII yang satu guru dan satu ilmu. "Programnya pun copy paste dari NII," ucap Ken yang saat ini mendirikan NII Crisis Centre, Selasa (12/1), dilansir dari Vivanews.
Gafatar berdiri pada 21 Januari 2012 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat dan dideklarasikan oleh 52 orang pendiri. Organisasi ini memiliki sejumlah program kerja, diantaranya melakukan kegiatan sosial dan kemandirian pangan. Mereka mendekati masyarakat melalui beberapa kegiatan positif seperti acara donor darah, sumbangan untuk anak yatim maupun belajar gratis.
Gafatar juga menerapkan doktrin ketidakadilan yang diterima warga Indonesia. Doktrin tersebut ternyata menjadi cara yang sangat manjur untuk merekrut anggota baru khususnya dari kalangan anak muda.
"Dengan sugesti bahwa hukum di Indonesia kacau, tidak berlandaskan Islam, maling ayam dihukum berat, koruptor dihukum ringan, dengan itu mereka mengajak anak muda, (lalu) ini lho wadahnya perubahan yaitu Gafatar," beber Ken. Ia pun memberikan cara untuk menangkal ajakan-ajakan seperti ini.
"Fahami ajaran agama agar tidak tergoda dengan ajakan-ajaran aliran tertentu. Selain itu berfikir kritis dan peka terhadap hal hal sekitar juga menjadi penangkal," pungkasnya.
(wk/)