Kontroversi layanan Netflix pun membuat Joko Anwar ikut buka suara soal keterlibatan Lembaga Sensor Film (LSF).
- Tim WowKeren
- Rabu, 13 Januari 2016 - 14:41 WIB
WowKeren - Para penggemar film tentu mengetahui jika layanan streaming video asal Amerika, Netflix baru saja masuk ke Indonesia. Namun layanan tersebut sempat menuai kontroversi dari para netter. Selain ada yang mendukung, sebagian netter justru tidak menyambut positif. Alasannya, konten film yang ada di Netflix belum lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF).
Menanggapi kontroversi tersebut, Joko Anwar rupanya memiliki pendapat sendiri. Menurut Joko, teknologi tersebut tidak perlu dibatasi.
"Begini, Netflix ini kan teknologi, jangan sampai dibatasi misalnya dengan sensor. Seharusnya tidak ada lagi sensor," kata sutradara film "A Copy of My Mind" itu dilansir Detik pada Rabu (13/1). "Pemerintah atau mereka para pembuat kebijakan jangan konyol. Saat ini semua orang juga bisa menonton apa saja lewat internet. Masa orang dewasa dilarang menonton film yang ada adegan dewasannya?"
Menurut Joko, Netflix sudah menyiapkan fitur khusus film anak-anak. Karena itu, peran orangtua-lah yang dinilai memiliki peran paling penting.
"Harusnya yang diperkuat orangtuanya, bagaimana mereka bisa kasih film yang cocok buat anak mereka. Jangan main blokir," lanjut Joko. "Buat sebagian orang, menonton film itu punya nilai yang lebih. Dengan Netflix, penonton jadi punya ketersedian film legal yang banyak."
Joko pun berharap agar keberadaan Netflix dapat mengurangi jumlah permintaan film bajakan. Lantas, apakah anda setuju dengan pendapat Joko?
(wk/)