Film 'Untuk Angeline' Diharapkan Jadi Kampanye Anti Kekerasan untuk Anak
Film

Meski mendapatkan banyak kritikan, 'Untuk Angeline' justru diharapkan jadi film anti kekerasan terhadap anak-anak.

WowKeren - Pembuatan film "Untuk Angeline" belum lama ini mendapatkan banyak kecaman. Banyak pihak menuding film yang diadaptasi dari kisah nyata itu diproduksi dengan tujuan eksploitasi demi mendapatkan banyak keuntungan.

Bukan tanpa alasan, film "Untuk Angeline" bahkan dibuat sebelum kasus pembunuhan Angeline tuntas di pengadilan. Namun hal tersebut dibantah oleh psikolog anak, Seto Mulyadi yang juga dilibatkan dalam produksi film tersebut.

Seto justru menganggap jika film arahan sutradara Djito Banyu ini bertujuan untuk menjadi salah satu kampanye anti kekerasan terhadap anak-anak. "Tidak ada eksploitasi karena sudah mendapat izin. Film ini nantinya akan digunakan sebagai kampanye anti kekerasan terhadap anak yang mana hasilnya akan disumbangkan," ujar pria yang biasa dipanggil kak Seto ini.


"Pembuatan film ini bisa saja menimbulkan dugaan-dugaan, tapi semoga tidak ada pro dan kontra," lanjutnya. "Sudah jelas tujuan film ini positif, dipakai sebagai kampanye perlindungan anak."

Sementara itu, film "Untuk Angeline" akan dibintangi oleh artis cilik Meylani Fahira, Kinaryosih, Teuku Rifnu Wikana, Naomi Ivo dan Dewi Hughes. Film ini diharapkan dapat tayang pada 23 Juli di Hari Anak atau saat ulang tahun Angeline yakni tanggal 19 Mei.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!