Banjir bandang ini juga menghanyutkan jembatan penghubung sehingga membuat 9 desa terisolir.
- Tim WowKeren
- Selasa, 02 Februari 2016 - 14:29 WIB
WowKeren - Bencana kembali melanda Tanah Rencong. Banjir bandang dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Subulussalam, dan wilayah Aceh Barat lainnya sejak Minggu dinihari (31/01/2016). Kini, banjir tersebut telah memakan korban 2 orang meninggal dunia.
Selain korban meninggal, terdapat satu 2 orang terluka dan 1 orang yang hilang. Hingga saat ini ratusan warga telah mengungsi. Banjir bandang ini juga menyebabkan 9 desa terisolasi karena jembatan penghubung yang hanyut.
Kepala Humas Pemerintah Aceh, Frans Delian, mengungkapkan saat ini pemerintah setempat memusatkan bantuan untuk para pengungsi. Selain itu, pemerintah juga akan segera memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir.
"Pak Gubernur juga meminta untuk memperhatikan pengungsi," ungkap Frans pada Selasa (02/02/2016. "Ada sembilan desa yang terisolir di sana, karena jembatan rusak," tambah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subulussalam, Kasman.
Agar akses ke desa-desa terisolir itu bisa kembali terbuka, maka pemerintah pun berupaya membuat jembatan darurat. "Ada sembilan desa yang terisolir di sana, karena jembatan rusak," jelas Kasman.
Sementara itu, korban meninggal dunia dilaporkan bernama Rosiem dan Hamzah (76 tahun). Sedangkan korban luka bernama Samadi (54 tahun) dan Sugiarto (51 tahun), serta korban hilang bernama Ruspita (65 tahun). Semua korban banjir bandang tersebut dilaporkan berasal dari Aceh Singkil.
Banjir bandang ini juga menghanyutkan tanah pertanian warga. Bukan hanya itu, banjir juga merusak perekonomian penduduk setempat karena tidak bisa menjual hasil pertanian mereka. "Akses untuk mengeluarkan buah segar, sayuran, dan sawit, tidak bisa dilakukan," tandas Kasman.
(wk/)