Pengemudi Fortuner mengaku mengunjungi Kalijodo dan menenggak minuman keras sebelum kecelakaan terjadi.
- Tim WowKeren
- Senin, 15 Februari 2016 - 16:18 WIB
WowKeren - Belum lama ini, terjadi kecelakaan maut antara mobil Toyota Fortuner dan 2 sepeda motor di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Peristiwa naas yang terjadi pada Senin (8/2) ini rupanya disebabkan oleh Riki Agung Prasetio (24), pengemudi Fortuner. Ia mengaku mengunjungi Kalijodo dan menenggak 10 gelas minuman keras sebelum kecelakaan terjadi.
Terkait hal ini, warga Kalijodo tak terima jika kecelakaan maut tersebut terjadi karena minuman keras yang mereka jual. Menurut mereka, minuman keras yang dijual di sejumlah kafe di sana tidak ada yang oplosan. Leonard Eko yang mewakili Kalijodo pun mendatangi kantor Komnas HAM untuk menyampaikan protes.
"Bir yang diminum legal dan sah, bukan bir oplosan," ujar Leonard, seperti dilansir dari Kompas pada Senin (15/2). "Kalau mau salahkan birnya, kenapa tidak pabrik birnya sekalian yang ditutup?"
Soal praktek pelacuran di Kalijodo, Leonard pun tak membantah. Ia justru menyalahkan pemerintah karena tidak bisa menyediakan lapangan kerja yang layak bagi mereka. "Kalau ada pelacuran, itu semata-mata kegagalan negara dalam menyediakan lapangan kerja yang layak sehingga masyarakat berkreasi sendiri untuk memenuhi pangan dan sandangnya," lanjut Leonard.
Namun beda halnya dengan perjudian, Leonard terang-terangan membantah dan menantang pihak yang telah menuduh warga Kalijodo. "Kalau ada perjudian? Tunjukkan kepada kami. Kami sudah 15 tahun tinggal di situ," pungkas Leonard.
(wk/)