Polisi Kalbar yang Mutilasi Anaknya Ternyata Lulusan Terbaik
Nasional

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengungkapkan Petrus merupakan lulusan terbaik di Polres Melawi.

WowKeren - Saat Brigadir Petrus Bakus tertangkap karena membunuh dan memutilasi kedua orang anaknya, banyak yang bertanya-tanya bagaimana bisa ia diterima menjadi polisi. Namun, fakta menyebutkan bahwa Petrus ternyata merupakan lulusan terbaik di angkatannya.

"Yang bersangkutan tercacat sebagai lulusan terbaik pada seleksi calon Brigadir di Polres Melawi," ujar Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto pada Selasa (1/3). "Di Melawi skor dia yang paling tinggi, karena itu dia masuk."

Petrus menjadi anggota kepolisian semenjak 2007. Sosoknya dikenal sebagai polisi yang disiplin dan tak pernah melakukan pelanggaran.

"Tidak pernah ada ditemukan pelanggaran," tambahnya. "Dia bekerja dengan baik."


Menurut Arief, Petrus tak pernah menunjukkan menderita gangguan mental selama menjalani pendidikan dasar kepolisian. Arief mengungkapkan selama proses rekruitmen tidak tampak adanya kejanggalan pada Petrus. "Jadi tidak ada masalah dengan rekruitmen dan pembinaan Polri," tandasnya.

Hal ini tentunya berbeda dengan kabar yang sempat beredar usai pembunuhan dilakukan oleh Petrus. Saat itu, Petrus tampak seolah menderita gangguan jiwa dan terus melantur saat diperiksa polisi.

Namun, baru-baru ini polisi telah mengumumkan hasil pemeriksaannya terhadap Petrus. Polisi menyatakan bahwa pembunuhan yang dilakukan Petrus bukan karena gangguan mental seperti yang diperkirakan. Petrus diduga membunuh anaknya karena merasa cemburu pada sang istri dan telah merencanakan pembunuhan tersebut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!