Polda Metro Jaya telah memastikan bahwa kabel kulit tersebut milik PT PLN.
- Tim WowKeren
- Jumat, 04 Maret 2016 - 16:03 WIB
WowKeren - Bungkusan kabel dalam jumlah besar yang ditemukan dalam gorong-gorong Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat kini telah diketahui asalnya. Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian memastikan bahwa sampah kulit kabel tersebut merupakan milik PT Perusahaan Listrik negara (PLN).
"Sementara sudah ada yang di-interview oleh tim dari Polda Metro Jaya bersama Suku Dinas Tata Air, pemeriksaan baik dari pihak PLN dan Telkom," kata Tito di Polda Metro Jaya, Jumat (4/3). "Kemudian penyidikan lapangan termasuk pemeriksaan barang bukti sedang kita periksa di labfor, tapi untuk kita bandingkan gulungan bungkus itu mirip dengan gulungan kabel milik PLN dan bukan telepon (Telkom)."
Seperti diungkapkan Tito, penetapan kabel tersebut sebagai milik PT PLN berdasarkan hasil perbandingan. Menurutnya, kabel kulit tersebut diindikasikan untuk menghantarkan listrik.
"Untuk Telkom bentuk gulungannya berbeda. Telkom lebih besar, serta di dalam isinya adalah serabut-serabut kabel kecil yang jumlahnya ratusan," ucapnya. "Kemudian jadi kesimpulan kita sementara ini kemungkinan kabel dari listrik yaitu PLN. Nah, memang menurut keterangan PLN, kabel-kabel di bawah tanah memang ada yang kadang-kadang tidak digunakan dan membuat jaringan baru. Nah, jaringan lama ini tidak diangkat."
Tak diangkatnya kabel lama, lanjut dia, karena biaya pengangkatannya lebih tinggi daripada harga ekonomis dari kabel bekas yang sudah bertahun-tahun. Sehingga ada kecenderungan didiamkan di sana. "Dan yang ini menjadi potensi kenapa? Karena kabel itu masih memiliki nilai ekonomis yang di dalamnya ada tembaga dan timah," jelasnya. "Ada foto batangan lama yang diambil dan bentuknya sama dengan bentuk kabel PLN dan kita duga kabel PLN yang tidak terpakai dan dicuri kelompok tertentu. Tembaganya diambil, bungkusannya ditinggal. Kita masih selidiki siapa yang curi itu."
(wk/)