Korban yang baru saja ditemukan Tim SAR gabungan ternyata merupakan seorang penumpang.
- Tim WowKeren
- Senin, 07 Maret 2016 - 01:10 WIB
WowKeren - Korban tewas yang baru saja ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Minggu siang (6/3/2016) ternyata bukanlah nahkoda KMP Rafelia 2, Bambang S. Adi. Sebelumnya, korban tersebut diduga merupakan sang nahkoda kapal. Namun setelah diidentifikasi ternyata korban tersebut merupakan salah satu penumpang.
Awalnya, Tim SAR menduga kuat korban itu adalah Bambang. Dugaan itu muncul karena menurut manifest data penumpang, hanya tinggal 1 orang saja yang belum ditemukan yakni nahkoda KMP Rafelia 2. Setelah ditelusuri ternyata data manifest penumpang tersebut tak sesuai.
Seorang perempuan bernama Endang, warga Sragi, Banyuwangi, mengaku kehilangan suaminya. Padahal suami Endang tak terdaftar dalam data manifest KMP Rafelia 2. Namun setelah melihat jenasah yang baru ditemukan, Endang mengenalinya sebagai suaminya.
"Ternyata benar jenasah itu merupakan suami dari Endang. Bukan nahkoda kapal," ujar Kasatreskrim Polres Jembarana AKP Gusti Made Sudarma Putra. "Jenasah dikenali istrinya karena korban memakai gigi palsu."
Penemuan itu membuktikan bahwa manifest data penumpang yang dikatakan berjumlah 81 orang ternyata tidak sesuai. Temuan ini juga menimbulkan adanya dugaan kelebihan muatan sebagai akibat kecelakaan tersebut. Namun, polisi masih mendalami pemeriksaan terkait dugaan ini.
"Ada dugaan kelebihan muatan. Selain itu kendaraan tak diikat di badan kapal," ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama. "Sudah ada 20 orang yang kita periksa. Terdiri dari 15 penumpang kapal yang selamat dan 5 orang ABK."
Sementara itu, hingga saat ini Tim SAR masih berusaha mencari jasad nahkoda kapal Rafelia 2 yang belum juga ditemukan. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, KMP Rafelia 2 mengalami kecelakaan di Selat Bali pada Jumat (4/3/2016) usai berangkat dari Gilimanuk menuju Ketapang.
(wk/)