Merinding, Penyelam Ini Berbagi Kisah Penyelamatan Korban Kapal Rafelia
Nasional

Penyelam bernama Imam Baidowi ini mengungkapkan kondisi kapal di dasar laut sangat gelap dan sempit dengan oksigen terbatas.

WowKeren - Kerja keras Tim SAR untuk bisa mengevakuasi korban kecelakaan KMP Rafelia 2 memang patut diacungi jempol. Para penyelam tak putus asa menghadapi berbagai tantangan agar bisa mengevakuasi seluruh korban kecelakaan tersebut.

Ini bukanlah tugas yang mudah karena KMP Rafelia 2 telah karam dan dalam posisi terbalik. Salah seorang penyelam, Imam Baidowi, membagi kisahnya saat melakukan penyelaman demi mencari korban.

Imam mengungkapkan ia dan teman-temannya harus menyelam dan memasuki kapal. Padahal kondisi kapal sangat gelap dengan oksigen yang terbatas.

"Kami masuk ke dalam truk di dalam kapal yang tenggelam itu," ujar Imam. "Belum semua, terlalu gelap dan sempit. Kami sempat bawa senter, sebagian dalam kapal bisa dilihat."


Penyelam lainnya, Yusuf Widodo yang merupakan Koordinator SAR Pangkalan Angkatan Laut juga menceritakan pengalamannya saat mengevakuasi korban. Yusuf menjadi salah satu penyelam yang mengevakuasi korban ibu dan bayi. Seperti yang telah diketahui ibu dan bayi tersebut ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan.

Yusuf menuturkan keduanya ditemukan di kamar mandi kapal. Untungnya, saat itu kondisi perairan Selat Bali tengah kondusif. "Untungnya arus pada saat pergantian arus Utara-Selatan," ujarnya.

Hingga saat ini korban meninggal dunia yang telah dipastikan identitasnya antara lain Puji Purwono, Agus Tia, Masruroh, Romlan (18 bulan) dan I Gusti Made Suana. Baru-baru ini Tim SAR juga kembali menemukan jenasah yang diduga kuat merupakan nahkoda KMP Rafelia 2, Bambang S. Adi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!