Warga yang ingin melihat fenomena ini harus memakai kacamata berfilter matahari jika tak ingin menanggung resiko.
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 Maret 2016 - 09:40 WIB
WowKeren - Fenomena Gerhana Matahari Total yang akan berlangsung pada 9 Maret 2016 begitu menarik perhatian warga Indonesia maupun luar negeri. Namun, masyarakat harus berhati-hati saat melihat fenomena tersebut karena bisa berakibat fatal.
Memandang Gerhana Matahari Total atau GMT dengan mata telanjang dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada retina mata dengan nama solar retinopathy. Penderita nantinya akan melihat titik hitam selamanya dan sulit untuk disembuhkan.
Kerusakan ini terjadi karena mata yang memandang matahari saat terjadi gerhana total itu seperti melihat dalam kegelapan. Kelopak mata akan terbuka dan pupil jadi melebar agar bisa menangkap cahaya sebanyak mungkin.
Petaka pun terjadi ketika piringan bulan setelah fase totalitas tak disadari oleh pengamat. Mata mereka yang saat itu dalam kondisi seperti melihat di kegelapan akan terpapar sinar ultraviolet yang sangat berbahaya untuk mata.
Akibatnya, akan terjadi kerusakan pada mata secara perlahan, mulai dari katarak hingga buta permanen. Sebab itu, warga yang ingin menyaksikan fenomena ini harus memiliki kacamata berfilter matahari yang mampu meredam hingga 100 ribu kali silau matahari.
(wk/)