Padahal, Ani sebelumnya mengaku tak ingin mencalonkan diri karena ingin dikenal sebagai nyonya SBY.
- Tim WowKeren
- Selasa, 15 Maret 2016 - 15:56 WIB
WowKeren - Para pengguna sosial media baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya foto Ani Yudhoyono yang disebut akan maju sebagai calon presiden Republik Indonesia pada 2019. Di foto itu juga dituliskan jika Ani akan diusung oleh Partai Demokrat.
Ternyata, foto tersebut bukan hanya kabar burung belaka. Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul membenarkan jika foto yang beredar luas di dunia internet ini memang dibuat oleh tim DPP Partai Demokrat.
Ruhut mengungkapkan majunya Ani sebagai capres merupakan permintaan dari masyarakat. Masyarakat sebenarnya menginginkan Susilo Bambang Yudhoyono yang maju lagi sebagai capres. Namun, hal itu tak mungkin karena ia telah memimpin selama 10 tahun.
"Rakyat kita yang sudah sangat cerdas ini, ya mereka mengatakan, 'Kalau memang Bapak nggak, ya apa salahnya Ibu Ani?'. Itu rakyat yang meminta," tegas Ruhut di Jakarta, Selasa (15/3). Hal ini pun kontras dengan pernyataan SBY bahwa Ani tak akan maju sebagai capres pada Pilpres 2014 lalu.
Ani dalam buku biografinya yang berjudul "Kepak Sayap Putri Prajurit" juga menjelaskan hal senada. "Ibu Ani, apakah ibu nanti akan menggantikan SBY jadi presiden? Seperti Hillary Clinton?" tanya seorang siswa yang berkunjung ke Istana Negara kala itu.
"Aku tersentak mendengar pertanyaan itu. Jauh di luar bayanganku," jawab Ani di bukunya. "Bagiku, mendampingi SBY hingga bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik adalah tujuanku dan bila tercapai itu sudah cukup melegakan. Jika SBY sudah tidak jadi presiden, maka kedudukan paling terhormatku adalah tetap menjadi nyonya SBY, bukan menjadi presiden."
(wk/)