Ahok pernah disuruh mendampingi calon dari PDIP sebagai Wakil Bupati, namun ia menolak karena ingin jadi bupati.
- Tim WowKeren
- Kamis, 24 Maret 2016 - 15:48 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memang memiliki hubungan yang rumit dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). PDIP dikabarkan telah kapok memajukan calon dari partainya untuk berduet dengan Ahok di Pilkada 2017.
Namun, ternyata Ahok memiliki hubungan yang dekat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan suaminya, Taufiq Kiemas. Ahok pun menceritakan bahwa dirinya sempat dimarahi saat ingin maju sebagai Kepala Daerah Bupati Belitung Timur pada 2005 silam.
Kala itu, Taufiq meminta agar Ahok tak maju menjadi Bupati dan mendampingi calon dari PDIP, Sansirwan, sebagai wakil. "Dia pertama kali marahin saya waktu mau maju jadi Bupati Belitung Timur," ujarnya di Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/3).
"Aku masih ingat. Pak Taufiq kirim namanya Hj. Sansirwan jadi bupati," cerita Ahok. "Terus Hj. Sansirwan bilang begini, 'Hok, abang yang jadi bupati, kau yang jadi wakil'. Saya tanya, 'Kenapa?'. 'Ini muslimnya 93 persen, kau keturunan Tionghoa, gimana bisa jadi bupati?'."
Ahok pun menolak ajakan dari Taufiq karena ia hanya ingin maju sebagai bupati. "Kata dia, 'Jadi kau wakil saja, ini perintah Bang Taufiq'. Saya bilang, 'Bilang sama Bang Taufiq, aku tidak mau. Aku mau jadi bupati. Enak aja lu, gua jadi wakil'," ujarnya.
"Bang Taufiq bilang, 'Lu emang keras kepala. Jadi maunya apa?'," sambung Ahok. Ahok akhirnya memilih untuk terus maju didukung partai PIB dan PNB. Ia pun terpilih sebagai Bupati Belitung Timur dan meraup lebih banyak suara dari pasangan calon PDIP.
"Ya sudah aku izin pakai partai lain. Kita lawan PDIP, lihat siapa yang menang. 'Awas lo Hok,' kata Bang Taufiq. Terus saya dapat 37,13 persen, PDIP 17 persen," jelas Ahok. "Saya sudah biasa sama Bang Taufiq dan Bu Mega. Masuk Golkar, PIB dan Gerindra, saya permisi beliau kok."
(wk/)