Sejumlah orang membuat petisi agar Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi dicabut karena kecewa dengan komentarnya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 29 Maret 2016 - 16:16 WIB
WowKeren - Baru-baru ini beredar petisi untuk mencabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi. Petisi online di Change.org tersebut ditujukan kepada komite Nobel terkait ucapan Suu Kyi yang dinilai rasis dalam sebuah wawancara.
Dalam buku biografi "The Lady and The Generals-Aung San Suu Kyi and Burma's Strunggle for Freedom" yang ditulis Peter Popham, Suu Kyi sempat diwawancarai reporter BBC Today Mishal Husain pada 2013. Tokoh Myanmar tersebut kemudian memprotes kenapa ia diwawancarai jurnalis muslim. "Tak ada yang memberi tahu bahwa saya akan diwawancarai oleh seorang Muslim," ujar Suu Kyi.
Suu Kyi mengucapkan komentar tersebut karena Mishal bertanya soal kaum minoritas Muslim, Rohingya, di Myanmar. Komentar Suu Kyi ini pun langsung menjadi pemberitaan di sejumlah media di dunia.
"Pernyataan Suu Kyi yang bernada rasis barangkali hanya satu kalimat," komentar Emerson Yuntho, salah satu penggagas petisi tersebut. "Tapi maknanya sangat mendalam bagi setiap orang yang mencintai perdamaian."
Sementara itu Komnas HAM juga mengaku mendukung petisi pencabutan Nobel Perdamaian ini. "Komnas HAM setuju desakan pencabutan nobel perdamaian terhadap Aung San Suu Kyi ini. Selain sikap rasialnya, Suu Kyi juga selalu diam atas penderitaan Muslim Rohingnya," ujar Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution seperti dilansir Republika.
Hingga berita ini dibuat, telah ada lebih dari 33 ribu tanda tangan yang menyetujui petisi tersebut. Sejumlah orang yang ikut menandatangani petisi itu mengaku merasa kecewa dengan pernyataan Suu Kyi yang sebelumnya dikenal sebagai sosok pejuang demokrasi dan pecinta perdamaian.