Saat ini drone buatan Inggris tersebut tengah diselidiki oleh kepolisian setempat.
- Tim WowKeren
- Jumat, 01 April 2016 - 20:38 WIB
WowKeren - Sebuah drone atau pesawat tanpa awak jatuh di Perairan Philip, Kepulauan Riau. Drone tersebut diduga merupakan milik negara lain.
Saat ditemukan oleh Kapten Kapal MV Pintas 9 Lambok Tampubolon, pada Kamis (31/3/2016), drone tersebut kemudian dibawa Pelabuhan Batam Center. Drone buatan Inggris itu lalu dibawa ke kepolisian setempat untuk diteliti.
Muncul dugaan bahwa drone tersebut merupakan alat pengintai negara lain. Namun Komandan Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Marsekal Pertama Henri Alfiandi membantah hal itu. Menurutnya, drone tersebut bukanlah pengintai.
"Ini drone target bukan pengintai," ujar Henri di Lanud Pekanbaru, Jumat (1/4/2016). "Kecuali kalau memang ada alat khusus dalam drone itu atau ada kamera, nanti juga tahu karena sudah dipegang drone-nya."
"Drone ini mempunyai daya jelajah 100 kilometer," tambahnya. "Bisa saja sewaktu latihan di negara tetangga lepas dari kendali. Jadi ini tidak perlu dibesar-besarkan."
Namun hingga saat ini polisi masih menyelidiki asal drone tersebut. Selain itu, polisi juga menyelidiki apakah ada alat pengintai di drone tersebut. Drone itu diduga milik Malaysia atau Brunei Darussalam.
"Sepengetahuan saya, ada dua yang miliki di Asean, yaitu Malaysia dan Brunei," ungkapnya. "Ini masih diselidiki untuk dipastikan, siapa pemiliknya."
Drone tersebut merupakan bagian dari sistem latihan perang pertahanan udara. Biasanya drone ini memang digunakan untuk target sasaran. Namun drone tersebut juga dapat dipasangi kamera dan berfungsi sebagai pengintai.
(wk/)