Salah satu anggota keluarga menyesalkan sikap netter yang terus membully Sonya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 08 April 2016 - 07:51 WIB
WowKeren - Sonya Depari mengalami stres setelah ayahnya, Makmur Depari, meninggal dunia, Kamis (7/4) pukul 10:00 WIB. Makmur yang berusia lanjut diduga stres hingga meninggal setelah Sonya terus dibully netizen akibat membentak polwan dan mengaku anak jenderal, Irjen Arman Depari yang menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional.
Menurut Kepala SMA Methodist 1 Medan, Binsar Sitorus, pihaknya telah dihubungi keluarga Sonya Depari. "Saya ditelepon orangtuanya dan berkomunikasi. Orangtuanya mengatakan psikologi yang bersangkutan terganggu atas pemberitaan di media elektronik dan media massa lainnya," seru Binsar.
Karena masih berduka, Sonya sekeluarga menutup diri dari siapapun. Meski begitu, salah satu kerabat Sonya, Friska Ulina Sembiring Depari, menyesalkan soal aksi bullying yang dilakukan netter.
"Buat kalian yang udah mencaci maki adek kami dari semalam.. udah puaskah kalian? apakah hidup kalian smua sudah benar?," kritik Friska. "Apakah di antara kalian tdk pernah melakukan kesalahan? Sekarang bapaknya meninggal dunia karena gak tahan membaca berita2 di medsos dan mendengar cacian kalian kawan2 medsos.. Selamat jalan pak tengah, ku kenal kam sosok ayah yg baik, tenang di sorga."
Sementara itu, polisi memutuskan untuk menghentikan kasus Sonya lantaran sang ayah meninggal dunia. "Kita berempati pada keluarga Sonya, karena Ayahandanya Makmur Sembiring Depari meninggal dunia tadi pagi karena stroke. Kami ikut berbelasungkawa. Ya tadinya nanti setelah diinterogasi kita lakukan langkah-langkah selanjutnya. Tapi karena orangtuanya meninggal jadi kita urungkan," seru Kapolresta Medan Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto.
(wk/)