Menurut jurnalis Marina Walker Guevara warga AS memiliki banyak pilihan untuk menyembunyikan uangnya di wilayah 'surga pajak'.
- Tim WowKeren
- Jumat, 08 April 2016 - 20:39 WIB
WowKeren - Terkuaknya sejumlah nama-nama orang penting di dunia dalam dokumen Panama Papers sukses menghebohkan masyarakat. Namun menariknya, tak banyak nama orang penting asal Amerika Serikat masuk dalam Panama Papers. Jikapun ada, mereka hanyalah warga swasta biasa.
Direktur Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) Marina Walker Guevara memberikan analisanya mengapa hal ini bisa terjadi. Menurut Marina, warga AS bukannya tak memiliki aset dalam perusahaan offshore. Namun sebagian besar warga AS memilih wilayah "surga pajak" (tax haven) lainnya untuk menanamkan asetnya.
"Banyak nama warga AS (dalam Panama Papers), tetapi mereka lebih seperti warga swasta," ujar Marina. "Kondisi ini tidak berarti warga AS tidak terlibat dalam sistem keuangan offshore ini. AS sebenarnya adalah pemain yang sangat besar."
Hal ini juga dibenarkan oleh Nicolas Shaxson, penulis "Treasure Islands: Tax Havens and the Men who Stole the World". "Warga Amerika memiliki banyak 'surga pajak' untuk dipilih," ujar Nicholas.
Wilayah-wilayah tersebut diantaranya British Virgin Islands ataupun Kepulauan Cayman. Selain itu, warga AS di negara bagian tertentu seperti Delaware ataupun Wyoming juga tak melarang warganya membuat perusahaan cangkang dengan biaya yang bisa terbilang murah.
Bukan hanya itu, usaha pemerintah AS untuk menanggulangi penyimpangan pajak juga diduga menjadi alasan mengapa tak banyak nama warga AS menghiasi Panama Papers. Akhir-akhir ini pemerintah AS memberikan hukuman tegas bagi oknum atau bank yang terbukti melanggar aturan pajak. Namun tak menutup kemungkinan ada warga AS pengemplang pajak yang namanya belum tercantum dalam Panama Papers.
"Dokumen ini sangat besar dan mungkin saya masih ada yang tersembunyi yang belum kami temukan," ungkap Marina. "Pekerjaan masih terus berlangsung."
(wk/)