Kebijakan baru di Shanghai ini akan mewajibkan anak-anak mengunjungi orangtua mereka.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 09 April 2016 - 18:23 WIB
WowKeren - Masih ingat dengan seorang nenek yang menyembah patung karakter video game karena mengiranya sebagai Budha? Ya. Beberapa waktu lalu, publik di Tiongkok dibuat heboh lantaran miris melihat kondisi nenek tersebut.
Lalu, bagaimana dengan nenek yang rela mengantre dari subuh demi membelikan tiket pertandingan basket untuk putranya? Hal ini tentu mengingatkan kita betapa besarnya perjuangan orangtua untuk membahagiakan putra-putrinya.
Untuk melindungi hak-hak kaum renta itu, pemerintah Kota Shanghai belakangan membuat peraturan baru. Kebijakan itu memungkinkan orangtua untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap anak-anak yang tidak mengunjungi mereka di rumah. Ini tentu berlaku bagi anak yang tinggal jauh dari kedua orangtuanya.
Mulai 1 Mei mendatang, anak-anak yang tetap mengabaikan orangtuanya setelah disidang, mereka akan didenda. Berdasarkan keputusan pengadilan, nama mereka akan didaftarkan pada sistem kredit yang secara otomatis memotong pendapatan mereka untuk diberikan pada para lansia.
Dengan demikian, pemerintah secara tidak langsung dapat melindungi hak-hak lansia yang sejatinya membutuhkan anak-anak mereka. Pasalnya, populasi lansia di Shanghai sendiri mencapai 5 juta pertahun dan diperkirakan akan terus bertambah.
(wk/)