Kepala KUA mengaku saat menikah sang mempelai pria tak mempelihatkan gelagat seperti wanita.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 09 April 2016 - 19:10 WIB
WowKeren - Upacara pernikahan di Indragiri Hulu (Inhu), Riau, menggegerkan warga setempat. Pasalnya, setelah ijab kabul pengantin pria dalam pernikahan tersebut baru diketahui ternyata seorang wanita.
Padahal Kepala KUA Rengat Kab Inhu Mistar Abdurrahman mengungkapkan mereka tak merasa curiga pada sang pengantin pria saat menikahkannnya. Menurut Mistar, pengantin pria tersebut berpenampilan layaknya pria biasa lainnya.
"Iya benar, ternyata pengantin prianya seorang wanita juga," ujar Mistar pada Sabtu (9/4/2016). "Mereka sudah ijab kabul. Saat ijab kabul sama sekali tidak ada kecurigaan kalau ternyata mempelai pria itu seorang wanita."
"Saya sempat ngobrol sebentar sama calon mempelai prianya," tambahnya. "Saat itu sama sekali saya tak menduga jika dia perempuan. Calon pengantin pria datang dengan pakaian pria, kulitnya juga seperti pria termasuk suaranya. Saat bersuara ketika mengikuti ucapan istigfar, sampai syahadat sama sekali tidak mencurigakan jika seorang wanita."
Saat upacara pernikahan, Mistar mengaku ijab kabul juga berjalan dengan lancar meski pihak keluarga sempat meminta untuk diulang. "Ijab kabulnya lancar saja, cuma dari pihak keluarga mempelai wanita minta diulangi saja agar lebih sempurna," ungkapnya.
Kenyataan bahwa sang mempelai pria ternyata wanita ini diketahuinya setelah mendpat telepon dari pihak keluarga. Mistar mengaku ini adalah pengalaman pertamanya menjumpai peristiwa seperti itu.
"Saya ditelepon pihak keluarga mempelai wanita, ternyata pengantin prianya seorang wanita juga. Saya langsung kaget, kok bisa sampai terjadi," ungkapnya. "Sudah 13 tahun saya sebagai Kepala KUA, baru kali ini ada yang bermasalah kayak gini."
Ia menegaskan bahwa pernikahan semacam itu tidak sah. "Dengan pengantin pria ternyata wanita juga, kami menyatakan pernikahan dibatalkan. Ijab kabul itu jelas tidak sah," tandasnya. "Karena akte nikahnya memang belum kita buat, ya jadi sekalian saja tidak jadi kita buat."
(wk/)