Kecelakaan terjadi akibat pintu palang yang telah ditinggal pulang penjaganya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 14 April 2016 - 14:22 WIB
WowKeren - Kecelakaaan lalu lintas terjadi di perlintasan kereta di Desa Gilang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Rabu (13/4) pukul 22.30 WIB. Kecelakaan antara kereta api Doho jurusan Blitar-Surabaya dengan minibus itu menewaskan empat orang yang merupakan satu keluarga.
Empat korban tersebut masing-masing Hari Kushartono, istrinya Yunarlis serta dua keponakannya, Luluk dan Fajri. Hari Kushartono merupakan kepala departemen Irna Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Minibus yang dikendarai Hari Kushartono melakukan perjalanan dari perumahan Tawangsari menuju Surabaya. Saat melintasi perlintasan kereta api di Desa Gilang, mobil tiba-tiba mati hingga akhirnya tertabrak Kereta Api Doho jurusan Blitar-Surabaya.
Kecelakaan pun terjadi akibat pintu palang yang telah ditinggal pulang penjaganya. "Warga itu sudah teriak-teriak supaya tidak lewat, ada kereta, tapi rupanya tidak dihiraukan," ujar Husein, warga sekitar yang juga saksi kecelakaan, Kamis (14/4).
Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir menyatakan pihaknya terus mendalami kasus ini. Kecelakaan sendiri diketahui terjadi setelah 20 menit penjaga meninggalkan lokasi kejadian.
"Kita belum tahu pasti apakah penjaga itu dibayar oleh PT KAI atau sukarela sumbangan dari warga," ujar Anwar. "Kita masih menyelidiki unsur kelalaian dalam insiden ini."
(wk/)