Ini kata Kapolri, Badrodin Haiti soal penyebab kematian terduga teroris Siyono beberapa waktu lalu.
- Tim WowKeren
- Kamis, 21 April 2016 - 09:40 WIB
WowKeren - Kematian terduga teroris Siyono beberapa waktu lalu ternyata masih menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, terdapat indikasi pelanggaran yang dilakukan petugas Densus 88 dalam penangkapannya.
Setelah sempat disebut mengalami pendarahan di otak, ternyata kematian Siyono terungkap disebabkan karena patah tulang rusuk dada. Kepolisian pun kemudian menindaklanjuti hasil autopsi ke anggota Densus 88.
Dilansir dari Berita Kepo, Kamis (21/4), yang bersangkutan mengaku menendang dada Siyono dengan lututnya. Akibatnya, Siyono mengalami patah tulang di iga kiri sebanyak lima ke dalam, luka patah sebelah kanan dan satu luka keluar.
"Ini penyebab kematian, kalau menurut dokter kepolisian ada pendarahan di otak. Tapi autopsi kemarin karena patahnya tulang rusuk yang kena jantung," kata Kapolri, Badrodin Haiti. "Setelah dikroscek, mengakui menendang dengan lutut. Mengenai dada sehingga mengenai patah tulang."
(wk/)