Tawarkan Diri Bebaskan WNI dari Abu Sayyaf, Umar Patek Tak Minta Pamrih
Nasional

Sudah ditolak oleh pemerintah RI, Umar Patek tetap tegaskan ia bersedia membantu bebaskan WNI yang disandera tanpa imbalan.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, terpidana kasus terorisme Umar Patek telah menawarkan diri untuk membantu pemerintah membebaskan 10 orang WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Namun sayang, tawaran tersebut ditolak oleh pemerintah Indonesia.

Meski telah ditolak, baru-baru ini Umar Patek kembali mengungkapkan tawarannya. Ia mengaku hanya membutuhkan alat komunikasi seperti ponsel atau fasilitas video call untuk negosiasi tanpa harus datang langsung ke Filipina.


"Asalkan aku diberi handphone atau koneksi internet untuk video call, maka proses negosiasi dapat berlangsung," tuturnya saat menghadiri sebuah seminar di Malang, Senin (25/4) kemarin seperti dilansir dari Sketsa News. "Aku klarifikasi bahwa bantuan yang aku tawarkan tidak mengharap pamrih apapun dari pemerintah Indonesia."

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum memberikan respon kembali atas tawaran yang diberikan oleh Umar Patek. Umar Patek sendiri memang sempat mengaku mengenal kelompok Abu Sayyaf. Ia bahkan disebut-sebut merupakan mantan panglima Abu Sayyaf.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!