Polisi mengumumkan hasil uji forensik kematian Amokrane Sabet.
- Tim WowKeren
- Jumat, 06 Mei 2016 - 12:32 WIB
WowKeren - Baru-baru ini insiden saling serang antara seorang wisatawan asing dan aparat kepolisian di Bali. Dalam kejadian itu, pria bule bernama Amokrane Sabet kabarnya ditembak mati usai menusuk dada polisi dengan sangkur.
Insiden itu menuai pro kontra dari masyarakat. Sebagian menganggap jika penembakan tersebut berlebihan. Seharusnya Sabet bisa dilumpuhkan tanpa harus ditembak hingga tewas.
Namun baru-baru ini pihak kepolisian mengungkap penyebab kematian Sabet bukan karena tembakan. Dari hasil uji forensik ditemukan luka sayatan di leher pria asal Perancis itu.
"Hasil forensik itu ada luka sayatan di leher yang memutus pipa udara," ujar kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto dilansir dari Detik. "Berdasarkan analisa kedokteran, darah masuk melalui pipa udara dan masuk ke paru-paru. Itu menjadi penyebab kematiannya."
Hery menduga luka sayatan itu didapat Sabet ketika ia bertarung dengan Anggota Polsek Kuta Utara, Brigadir Anak Agung Putu Sugiarta. Dalam perkelahian itu, mantan petarung tinju bebas menusuk Brigadir Putu hingga tewas.
"Kemungkinan besar saat bergumul itu kemudian anggota melawan kan. Kan anggota juga besar juga itu badannya dan mereka sempat cukup lama bergumul di selokan," imbuh Hery. "Organ-organ vital tidak ada yang kena tembakan. Ini hasil forensik. Semua yang digunakan itu peluru karet dan tidak ada yang menembus badannya."
(wk/)