Ismet Banja tak menyangka fotonya bersama teman-teman menjadi sorotan publik.
- Tim WowKeren
- Rabu, 11 Mei 2016 - 11:38 WIB
WowKeren - Belum lama ini, netter sempat dibuat geram oleh ulah 7 orang remaja yang menduduki patung pahlawan di Taman Tugu Anumerta Letda Soedjono, Simalungun, Sumatera Utara. Salah seorang pemuda yang ada di foto itu, Ismet Banja, akhirnya meminta maaf atas ulahnya tersebut.
Foto-foto aksi tak terpuji Ismet cs itu rupanya diambil dengan kamera ponsel sekitar Februari dan diunggah ke media sosial pada April lalu. Akibat foto tersebut, Ismet kini harus berurusan dengan pihak berwajib.
Ismet mengaku tidak menyangka jika foto tersebut akan menjadi sorotan publik. Ia pun menyesali perbuatannya dan meminta maaf berulang kali.
Menurut Kapolsek Perdagangan, AKP Asmara, tindakan Ismet tidak termasuk dalam pasal penghinaan lambang negara. Kendati demikian, tindakan tak terpuji mereka tetap bertentangan dengan etika sebagai warga negara.
"Akan kita lakukan pembinaan terhadap anak tersebut," ujar AKP Asmara. "Ia juga akan dipulangkan kepada orangtuanya."
Senada dengan AKP Asmara, Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Damos Christian Aritonang SIK, menyebut bahwa aksi Ismet cs belum bisa dikategorikan pelanggaran hukum. Namun pihaknya kini telah meminta bantuan akademisi dari Universitas Sumatera Utara (USU) untuk berkonsultasi mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan kasus seperti ini.
"Dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009, tidak ada disebutkan patung pahlawan adalah lambang negara. Jadi aksi foto para remaja yang menduduki dan memijak patung pahlawan itu belum bisa dikatakan sebagai bentuk pelanggaran hukum," tutur AKP Damos. "Sudah kami hubungi profesor dari USU tadi. Dari hasil konsultasi dan penelaahan kami, kasus ini belum termasuk penistaan lambang negara."
(wk/)