Tanamkan Rasa Malu,  Bupati Tasikmalaya Buat Kebijakan Murid Wajib Pakai Kopiah
SerbaSerbi

Kebijakan itu justru dianggap netter tidak masuk akal, kenapa?

WowKeren - Maraknya kasus tak bermoral yang melibatkan remaja ternyata membuat Bupati Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum resah. Demi menanamkan rasa malu, Uu pun membuat kebijakan khusus di tahun ajaran baru nanti. Kebijakan tersebut berupa kewajiban para murid untuk mengenakan kopiah selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah.

Kebijakan tersebut tak hanya ditujukan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) saja, melainkan juga tingkat yang lebih tinggi. Seluruh jenjang sekolah pun diwajibkan untuk mengikuti kebijakan tersebut.

"Sesuai dengan perbincangan ulama dan kiai untuk menjaga moral serta akhlak. Disamping pendidikan berbasis agama, pakaian pun harus mencerminkan," ujar Uu. "Bila memakai kopiah, siswa malu melakukan hal buruk. Masa pakai kopiah mabuk. Malu."


Senada dengan Uu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tasikmalaya, Drs H EZ Alfian MPd, menerangkan tidak adil jika hanya menyalahkan anak-anak pada kenakalannya. Pemerintah juga harus ikut memikirkan penyebab dan solusinya. Alfian pun menyebut nantinya akan ditekankan nilai-nilai keagamaan di setiap mata pelajaran.

"Itu yang kita nanti terapkan. Namun, untuk levelnya akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan," tutur Alfian. "Kami yakin ini akan berhasil karena bekerja sama dengan masyarakat dan kiai, meskipun berat."

Tak ayal, kebijakan baru ini menuai beragam reaksi dari netter. Tak sedikit netter yang menyebut kebijakan ini tidak masuk akal.

"Emang di kopiah ada mesin yang bisa mempengaruhi otak sehingga pikiran negatif bisa berubah positif?" tulis seorang netter. "Yakin pak, hanya dengan kopiah malu bikin maksiat?" tamah netter yang lain. "Emang ngaruh? Hukum dari mana itu hal buruk berkurang karena kopiah?" komentar netter lainnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!