Siswa Unggulan Tak Lulus SNMPTN, Anggota DPR Minta Tanggung Jawab Kemendikbud
Nasional

Sistem kredit semester (SKS) yang diterapkan Kemendikbud diduga bermasalah.

WowKeren - Banyaknya siswa sekolah unggulan yang tidak lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mengundang komentar dari berbagai pihak. Salah satu komentar datang dari anggota Komisi X DPR RI, Dwita Ria Gunadi.

Dwita bahkan meminta pertanggungjawaban dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Pasalnya, sistem kredit semester (SKS) yang diterapkan Kemendikbud diduga bermasalah.

"Kenapa siswa SCI (Siswa Cerdas Istimewa) di sejumlah sekolah unggulan tidak satu pun lulus SNMPTN?" ujarnya. "Nah, SMA belum masuk wajib belajar 9 tahun yang tertuang dalam aturan tersebut tetapi SKS tetap dimasukan. Jadi SKS ini jangan coba-coba."

Menurut Dwita, program SKS mengacu pada pasal 11, 12, dan 133 UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Apabila memang bermasalah, Dwita meminta untuk segera dilakukan evaluasi.


"Beban siswa diharuskan dengan reguler sehingga timbul kesenjangan," imbuh Dwita. "Namun, anak-anak super di SMAN 2 Bandar Lampung ini malah tidak diterima, sedangkan 50 siswa reguler masuk SNMPTN."

Sementara itu, Anies mengatakan pihaknya sudah membentuk tim untuk menelusuri persoalan tersebut. Anies pun membantah dugaan yang menyebut sistem SKS bermasalah. Ia menjelaskan ratusan siswa sekolah unggulan tidak diterima SNMPTN akibat salah memasukkan data.

"Kita sudah bentuk tim. SNMPTN bukan jurisdiksi Dirjen Dikmen (Pendidikan Menengah), tetapi masuk Kemenristekdikti," ujar Anies. "Jadi mereka gak lolos bukan karena sistem SKS. Total ada 50 sekolah yang menerapkan SKS dan semuanya berjalan baik. Jadi sekali lagi bukan sistem tapi bagaimana pengisian formulir baik."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait