Wisatawan itu juga kedapatan berbicara kasar dengan suara keras kepada kru dan penumpang pesawat lainnya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:29 WIB
WowKeren - Seorang wisatawan asal Australia, Aaron Gerrad Dodden, terpaksa harus diperiksa oleh Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara. Pemeriksaan ini terjadi lantaran Aaron mengamuk di dalam pesawat AirAsia Xtra yang tengah mengudara dari Sydney menuju Denpasar, Bali pada Kamis (26/5). Aaron bahkan sempat mengancam hendak lompat dari pesawat tersebut.
Menurut Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara, Yusfandri Gona, kejadian bermula saat Aaron dan teman-temannya membeli dua botol minuman beralkohol serta meminumnya di dalam pesawat. Aaron kemudian bercanda dan banyak bergerak sehingga mengganggu penumpang lainnya.
Aaron pun mendapat beberapa kali teguran dari awak pesawat. Namun, ia justru berdiri mendekati pintu belakang pesawat dan mengancam hendak melompat.
"Menurut data yang kita dapat memang Gerrard ini mengancam dengan aksi bahwa dirinya hendak membuka pintu belakang," ujar Yusfandri. "Tapi datanya masih kita kumpulkan dan masih dalam proses penyelidikan."
Aaron juga kedapatan berbicara kasar dengan suara keras. Meski awak kabin sudah berusaha menenangkan, Aaron malah terus berkata kasar kepada kru dan penumpang lainnya. Awak kabin kemudian melaporkan kepada pilot yang langsung diteruskan ke petugas di darat.
Yusfandri juga menyebut status Aaron masih sebagai saksi dan bisa mengikuti pemeriksaan sambil melanjutkan liburannya. Meski demikian, pihak Imigrasi sudah menyita paspor dan mengetahui seluruh data wisatawan tersebut.
"Kami sudah dapat alamat dan tempat mereka menginap. Petugas Imigrasi juga sudah melakukan pemeriksaan awal," imbuh Yusfandri. "Meski bercanda atau serius, penumpang atau kru tetap akan dikenai sanksi jika bercanda dengan bentuk bisa mengancam atau membahayakan penerbangan."
Atas insiden ini, Yusfandri juga sudah menghubungi Perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Denpasar. Hal itu diperlukan untuk mengakomodir pemeriksaan terhadap kejiwaan wisatawan tersebut. Aaron akan menjalani serangkaian tes yang melibatkan dokter RSUP Sanglah dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
(wk/)