Meski bertanding keras di atas ring tinju, Muhammad Ali yang meninggal pada Jumat (3/6) juga terkenal sebagai sosok ayah yang penyayang.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 04 Juni 2016 - 14:24 WIB
WowKeren - Petinju legendaris Muhammad Ali baru saja meninggal dunia pada Jumat (3/6) waktu setempat di usianya yang ke-74. Meski sempat dirawat, mendiang Ali akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya lantaran penyakit Parkinson yang dideritanya. Sebagai bentuk penghormatan, WowKeren mencoba merangkum perjalanan karier mendiang Muhammad Ali.
Awal Karier
Muhammad Ali lahir pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika dengan nama Cassius Marcellus Clay Jr. Putra pasangan Cassius Marcellus Clay Sr dan Odessa O'Grady Clay ini mulai mengenal tinju karena ingin menghajar orang yang mencuri sepeda hadiah natalnya ketika ia masih bocah. Saat itu, salah seorang polisi berkata kepada Ali bahwa ia harus belajar tinju untuk memukul orang. Pada usia 12 tahun, Ali menjalani pertandingan tiga ronde pertamanya melawan Ronny O'Keefe. Langkah Ali pun semakin tak terbendung untuk menjadi seorang petinju. Pada Olimpiade 1960 di Roma, Italia, Ali memenangkan piala emas untuk Amerika Serikat. Sekembalinya dari sana, ia pun mulai menjadi petinju profesional.
Jadi Petinju Legendaris
Empat tahun setelah memenangkan piala emas di Olimpiade 1960, Ali mulai memeluk agama Islam dan mengubah namanya dari Cassios Maecellus Clay Jr. menjadi Muhammad Ali. Di tahun yang sama, Ali juga mendapat gelar juara dunia tinju untuk pertama kalinya saat melawan petinju Sonny Liston pada 25 Februari 1964. Pertarungan legendaris Ali adalah saat melawan Joe Frazier pada tahun 1971, 1974 dan 1975. Pertempuran ketiga bahkan dikenal sebagai salah satu laga paling sengit di dunia dengan nama "Thrilla in Manilla". Saat menjadi petinju legendaris, Ali tidak pernah menolak para penggemarnya. Ia tetap melayani penggemar dengan ramah saat mereka meminta tanda tangan atau foto bersama. Namun sayang, Ali akhirnya memutuskan pensiun pada 6 September 1979 dan didiagnosis menderita penyakit Parkinson pada 1984. Meski sakit, Ali tetap menyempatkan diri untuk membawa obor Olimpiade 1996.
Kehidupan Pribadi
Untuk pertama kalinya, Ali menikah dengan Sonji Roi pada 14 Agustus 1964. Namun pernikahan tersebut tidak bertahan lama lantaran Ali memutuskan untuk bercerai pada 10 Januari 1966. Pasca bercerai, Ali mulai menjalin hubungan dekat dengan Belinda Boyd hingga menikah pada 17 Agustus 1967 dan memiliki tiga orang anak. Namun ternyata, Ali sempat diketahui berselingkuh dengan Veronica Porsche, seorang aktris sekaligus model. Tak lama kemudian, Ali pun bercerai dan menikahi Veronica pada tahun 1977 meski kembali berpisah. Terakhir, Ali menikah dengan Yolanda Williams sejak 19 November 1986. Meski bertanding cukup keras di atas ring tinju, Ali diketahui sebagai seorang suami sekaligus ayah yang penyayang. Putri bungsu Ali dengan Veronica, Laila Ali, mengikuti jejak sang ayah menjadi petinju.
Sisi Lain
Selain pandai bertanding di atas ring tinju, Ali ternyata juga memiliki bakat lain. Davis Miller, penulis biografi sekaligus kawan Ali mengungkap bahwa sang sahabat memiliki bakat bermain sulap. Menurut Miller, ia pertama kali bertemu Ali pada Juni 1975 silam. Sejak saat itu, ia mengetahui jika Ali merupakan seorang pesulap amatir. "Sampai dengan sekarang, setelah bertahun-tahun dengan penyakit Parkinson, Ali selalu mengejutkan para tamu dengan menunjukkan sulap tangan," ujar Miller dilansir CNN. "Dia membuat sapu tangan merah menghilang dari tangan dirinya, dia menggigit koin setengah dan kemudian membuatnya jadi utuh lagi." Sayang, kini Ali telah meninggalkan dunia tinju, keluarga dan sahabat untuk selama-lamanya. Kepergian Ali pun menuai banyak ucapan belasungkawa dari netter hingga sempat menjadi trending topik. Selamat jalan petinju legendaris, Muhammad Ali.