Gubernur Ahok meminta para PNS untuk tidak terlibat dalam kampanye Pemilihan Gubernur DKI 2017.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 18 Juni 2016 - 08:10 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama baru saja melantik ratusan pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Jumat (17/6). Gubernur yang biasa dikenal dengan sebutan Ahok tersebut lantas didapuk memberikan sambutannya untuk para ratusan PNS baru tersebut.
Tak disangka-sangka, Ahok memberi imbauan kepada seluruh PNS yang hadir di Balai Kota tersebut untuk tidak ikut kampanye dalam Pemilihan Gubernur (PilGub) DKI yang dilaksanakan 2017 mendatang. Seluruh PNS juga diminta untuk tidak menyuruh kolega terdekat mereka atau orang lain supaya memilih Ahok sebagai Gubernur DKI 2017.
"Bapak Ibu jangan sok-sokan suruh orang pilih saya ya," ujar Ahok dalam sambutannya di hadapan ratusan PNS yang dilantik. "Enggak perlu Bapak Ibu lakukan seperti itu."
Namun Ahok merasa tidak masalah jika ada yang mengajak orang lain untuk tidak memilihnya sebagai gubernur. Hanya saja ia kembali menegaskan jika para PNS tersebut benar-benar dilarang berkampanye.
"Bapak Ibu juga jangan bilang sama orang jangan pilih saya. Itu kalau enggak ketahuan, boleh, enggak apa-apa. Bapak Ibu mau bicara sama tetangga, sama anak, jangan pilih itu Gubernur," lanjut Ahok. "Enggak bener gubernur itu. Enggak apa-apa, diam-diam saja ngomongnya ya. Karena kalau ketahuan, bisa dipecat jadi PNS karena ada Undang-Undang."
Ahok menegaskan kepada semua PNS yang hadir jika mereka hanya perlu bekerja dengan benar sesuai sumpah jabatan. "Yang penting Bapak Ibu kerjanya benar saja sesuai sumpah jabatan," pungkasnya.
Sebagai informasi, memang ada Undang-Undang yang mengatur larangan pejabat PNS untuk ikut berpolitik seperti kampanye, menjadi tim sukses, dan bentuk kegiatan berpolitik lainnya. Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Ini dimaksudkan agar para pejabat PNS tetap netral dalam PilGub.
(wk/)