Surat tersebut dipaparkan Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Polisi Condro Kirono beserta sejumlah barang bukti lainnya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 12 Juli 2016 - 13:51 WIB
WowKeren - Bom bunuh diri yang terjadi di Mapolresta Solo pada Selasa (5/7) memang sempat menghebohkan publik tanah air. Sang pelaku yang diketahui bernama Nur Rohman rupanya sempat menulis sepucuk surat kepada istri sebelum meledakkan dirinya.
Surat tersebut dipaparkan Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Polisi Condro Kirono beserta sejumlah barang bukti lainnya di Mapolresta Solo pada Senin (11/7). Dalam surat tersebut, Nur mengatakan tidak bisa lagi berkomunikasi dengan istrinya.
Nur tidak menjelaskan secara detail alasannya meninggalkan keluarganya. Namun, ia berpesan agar sang istri rajin berdoa dan mengasuh kedua buah hatinya untuk menjadi anak saleh.
"Assalamualaikum Wr. Wb. untuk sementara aku tidak bisa komunikasi. HP sudah ku buang. Kamu yang sabar. Insya Allah, Allah bersama kita," ujar Nur dalam surat tersebut. "Ikhwan-ikhwan nanti akan membantumu. Tapi jangan mengharapkan bantuan ikhwan-ikhwan, kalau bisa mandiri. Untuk perkembangan nanti ku kabari."
"Mungkin aku akan pergi dalam waktu yang lama. Jaga anak-anak, buat mereka jadi anak yang saleh. Kalau ada yang tanya, bilang di Kalimantan ikut Iwan. Kalau ada yang datang, jawab saja gak tau apa-apa. Serahkan kepengurusan RT kepada Pak Karno, bilang Abi mengundurkan diri."
"Banyak berdoa saja, semoga jalanmu dipermudah Allah SWT. Nanti aku hubungi lewat Facebook-mu. Nomor telegram jangan diganti. Suatu saat hubungan lewat telegram. Sebelum itu aku nggak komunikasi. Kalau ada apa-apa bilang sama Hamzah. Wassalamualaikum Wr. Wb."
Sebagai informasi, Nur menjadi buronan Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri setelah lolos saat penyergapan di Bekasi akhir tahun lalu. Nur disebut sebagai kaki tangan Bahrun Naim, otak bom Thamrin Jakarta pada Januari 2016. Bahrun dan Nur diduga kuat berafiliasi dengan ISIS di Suriah.
(wk/)