Penduduk belum disarankan untuk mengungsi meski aktivitas vulkanik Bromo meningkat.
- Tim WowKeren
- Kamis, 14 Juli 2016 - 12:37 WIB
WowKeren - Gunung Bromo yang terletak di kawasan Probolinggo ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal. Namun, belakangan salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur itu mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.
Dalam beberapa hari terakhir ini, Bromo terpantau mengeluarkan asap kelabu kecokelatan dengan tekanan sedang hingga kuat. Tinggi asap mencapai 300-1000 meter dari puncak kawah ke arah barat daya-timur.
Tidak cukup sampai disitu, gunung api yang masih aktif ini juga melontarkan batu pijar. Hal itu diungkap langsung oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
"Terdengar suara dentuman lemah-sedang. Teramati sinar api samar dan lontaran material pijar setinggi sekitar 50 meter dari puncak kawah," ujar Sapto. "Lontaran batu pijar jatuh di dalam kawah Gunung Bromo."
Hujan abu tipis juga menimpa sejumlah desa seperti Desa Lodokombo, Desa Wonokerso, dan Desa Sumberanom Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Jatim. meski begitu belum ada himbauan untuk mengungsi bagi warga setempat.
Abu dari Bromo juga tidak sampai menganggu penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh. Seperti diketahui, bandara yang terletak di Malang, Jawa Timur itu sempat ditutup dan baru dibuka kembali pada Selasa (12/7).
Sementara itu, Gunung Bromo berada pada status Waspada. Petugas setempat juga telah menetapkan radius aman untuk warga dan pengunjung.
"Dalam status Waspada," imbuh Sapto. "Masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo."
(wk/)