Siswa mengaku kecewa karena tudingan itu hanya merugikan pihak sekolah dan murid.
- Tim WowKeren
- Jumat, 29 Juli 2016 - 15:15 WIB
WowKeren - Kini otoritas Turki tengah berupaya melakukan pembersihan pendukung ulama ternama Fethullah Gulen. Gulen diduga sebagai dalang utama percobaan kudeta pada 15 Juli lalu.
Dilansir dari Daily Sabah, Jumat (29/7), otoritas Turki menyebut beberapa sekolah rawan menjadi sarana rekrutmen utama Organisasi Teror Gulenis (FETO). Di Indonesia, Kedutaan Besar Turki juga merilis pernyataan tertulis yang meminta pemerintah Indonesia menutup 9 sekolah yang diduga terkait Gulen.
Perwakilan Yayasan sekolah-sekolah yang dituding pun langsung buka suara. Ari Rosandi, sebagai juru bicara yayasan Pribadi Bilingual School memastikan, 9 sekolah yang disebut Kedutaan Turki tak berkaitan dengan Gulen.
Mereka juga sudah tak berhubungan dengan Pacific Nations Social and Economic Development Association (PASIAD) yang telah ditutup pada 1 November 2015. "Sekolah bukan milik dan tidak ada nama Gulen," kata Ari dilansir dari detikcom, Jumat (29/7).
"Kami tidak mau dianggap sekolah teroris, saya ingin pemerintah untuk bisa berkomunikasi dengan Turki. Apa yang diberitakan itu semua bohong," ungkap Irwan, salah satu siswa Pribadi Bilingual School. Irwan mengaku kecewa karena tudingan itu hanya fitnah yang sangat merugikan para siswa, guru, dan alumninya.
(wk/)