Ditegur Jokowi, Ini Penjelasan Ahok Soal APBD DKI 13,9 Triliun yang Mengendap
Nasional

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan soal pengendapan APBD hingga 13,9 triliun.

WowKeren - Kamis (4/8) Presiden Joko Widodo menghadiri Rakornas TPID di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat mengevaluasi penggunaan APBD daerah yang masih mengendap.

Bahkan secara terang-terangnya, Jokowi sempat menegur Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Pasalnya, DKI Jakarta memiliki simpanan APBD paling besar yaitu mencapai 13,9 triliun.

Menanggapi teguran itu, Ahok akhirnya buka suara. Ia menjelaskan jika dana itu nantinya akan digunakan untuk membayar proyek yang akan berjalan.


"Soal serapan anggaran mesti dibaca. Sekarang proyek-proyek kami kan baru mulai kerja, kamu mau enggak bayar orang duluan sebelum mulai kerja?" ujar Ahok. "Nah duit hasil pajak DKI itu kalau daerah bisa serap bagus dia bagi hasil ke kita ditahan. Kan DKI bangun proyek nih rusun-rusun, bayar kontraknya kan pasti di April-Mei. Nah duit ininya dipinjem dulu daerah lain."

Lebih lanjut, Ahok menjelaskan jika dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani soal kas Pemprov DKI. Presiden Jokowi sendiri juga telah meminta Menkeu untuk mengatur arus kas agar bisa tersebar secara merata demi pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait