Yuk, belajar berkendara motor yang baik biar nggak dibully.
- Tim WowKeren
- Jumat, 05 Agustus 2016 - 12:33 WIB
WowKeren - Sering kali kita lagi santai naik motor sambil bernyanyi di jalan. Eh, tiba-tiba ada ibu-ibu memotong jalan. Set! Untung kita tanggap rem. Mereka nyelonong tanpa permisi kayak nggak ada apa-apa.
Kejadian macam begini sering kali terjadi. Tak heran jika ada banyak meme ibu-ibu bertebaran di dunia maya.
Sebagai kaum hawa yang menjunjung emansipasi dan bakal jadi ibu-ibu, kalian nggak pengen kena cibiran meme lagi kan? Yuk, mulai sekarang pahami sepeda motor dan rambu-rambu lalu lintas. Berikut 15 macam cara berkendara biar aman:
- Ngerti Mana Kanan Mana Kiri Dua arah itu kerap membingungkan bagi perempuan. Makanya, kita sering banget menemukan ibu-ibu mencet lampu sein ke kiri tapi ternyata beloknya ke kanan. Untuk mencegah hal ini terjadi lagi, mungkin tombol lampu seinnya bisa dikasih tulisan "kanan" dan "kiri" beserta gambar arahnya. Buat latihan saja sih.
- Kalau Jalan Pelan, Jangan Di Tengah, Agak Minggir Dikit Sebagai pengguna jalan yang baik dan benar, alangkah bijaknya kalau kita paham komposisi jalan. Tahu diri bagaimana kita berkendara. Misalnya, kalau pengen santai kayak di pantai, pas di jalan harusnya minggir. Jangan di tengah jalan. Pastinya bakal banyak yang mainan klakson.
- Tahu Guna Spion Dua benda di kiri dan kanan yang ada cerminnya, itu bukan pajangan. Namanya spion. Ada gunanya pula. Minimal kita tahu di belakang kita ada sepeda atau pengendara lain. Spion juga bermanfaat untuk tahu kalau ada penguntit di belakang kita yang punya maksud kriminal. Buat jaga-jaga, sesekali intip spion ya.
- Rambu S Coret Dilarang Parkir, Bukan Selingkuh! Kita pasti suka kalau jalanan lengang tapi bakal senewen kalau tiba-tiba macet. Apalagi kalau macetnya karena parkir liar. Kalau begitu, semestinya kita pun tidak ikutan parkir liar. Toh ada rambu-rambu dengan lambang S dicoret, bukan? Artinya, dilarang parkir.
- Meng-PHP Pakai Lampu Sein Bingung tidak dengan orang yang lampu seinnya kedip-kedip nggak belok-belok? Padahal fungsi sein itu berfungsi memberikan tanda bahwa pengendara bakal berbelok bukan memberi tanda tanpa jawaban. Kan PHP namanya. Untuk itu, kalau nggak lagi pengen belok, lampu sennya di off-in dulu.
- Kalau Pengen Rumpik di Kafe, Bukan Jalan Jalannya sudah sempit, eh di depan ada dua kendaraan lagi ngobrol, ngeselin banget. Seharusnya tahu fungsi jalan buat apa. Kalau pengen rumpik enak nan nyaman, mungkin bisa ke warung atau kafe gitu.
- Mainan Klakson? Kamu Pikir Studio Band? Satu bunyi klakson itu berisik banget. Cukuplah buat kasih tahu pengendara yang lain atau tengah ingin memanggil. Nggak usah dimodif dengan serentetan bunyi yang mengganggu.
- Pakai Motor Sesuai Dengan Jumlah Normal Kejadian begini sering kali muncul ketika mudik ataupun kala sore hari di hari libur. Berbondong-bondong sekeluarga rekreasi bersama menggunakan motor. Kepala keluarga membonceng seluruh keluarga di belakangnya tanpa paham keselamatan. Bolehlah kita bahagia bersama tapi toh perlu juga kita mewaspadai bahaya berbonceng ria.
- Pakai Pakaian Sopan Pakaian yang sopan ini maksudnya bukan yang kemeja, celana kain, sepatu pantofel. Kamu cuma di jalan, bukan mau wawancara kerja. Minimal yang baik dilihat. Sering kali yang jadi perhatian adalah pakaian bagian belakang.
- Boncengan Dua Orang Saja, Kalau Lebih Nanti Kayak 'Cabe-cabean' Punya banyak teman emang enak. Apalagi bisa kemana-mana bareng. Tapi kalau cuma ada satu motor dan kalian ada banyak, ya pikir-pikir dulu kalo mau kemana-mana. Satu motor itu berdua. Kalau lebih, bisa dianggap alay seperti cabe-cabean. Lagian apa nggak berat kalau berbanyak dalam satu motor?
- Biar Kepala Aman, Pakai Helm Bukan mendoakan yang nggak-nggak. Kita juga nggak tahu apa yang bakal terjadi di jalan. Kalau masih sayang sama kepala, ya pakai helm. Ingat, yang ber-SNI.
- Boleh Cepat Asal Jangan Menerobos Lampu Merah Hati-hati lampu merah itu rawan kecelakaan. Sabar sedikit dengan rambu-rambu. Apalagi kalau mendekati warna kuning ke merah. Redam emosi dengan bersiap rem. Toh lampu hijau nggak kemana.
- Bawa Surat Kendaraan Ini yang riskan. Tahu-tahu ada polisi tanpa kita lihat. Jadi, siap sedia saja surat-surat penting berkendara. Seperti, SIM dan STNK. Nggak usah bawa surat nikah.
- Jangan Melawan Arus Berkendara di jalan yang lurus kadang ada saja masalahnya. Apalagi yang melawan arus. Pikir-pikir lagi kalau mau jalan pintas.
- Kalau Ngantuk, Berhenti Dulu Kita kerap tidak memahami tubuh. Jangan memaksakan berkendara deh. Diam dulu atau minimal tidur.